Pengamat: KPK Sekarang Kurang Lihai Berpolitik

Pengamat Politik Arif Susanto menilai, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini kurang lihai berpolitik. Hal itu dimanfaatkan orangorang yang punya kepentingan untuk menyerang KPK.

Ia mencontohkan serangan DPR yang dinilai sarat dengan kepentingan politik.

“‎DPR itu kan mainnya di level politis. KPK harus menghadapi cara berpolitik dengan cara berpolitik yang lebih canggih,” tutur Arif saat diskusi bertema Masyarakat Sipil Tolak Kriminalisasi KPK di Kantor Formappi, Jalan Matraman Raya, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (10 November 2017).

Arif kemudian membandingkan dengan KPK di tangan Abraham Samad dan Bambang Widjojanto. Agus Rahardjo diharapkan mencontoh dan mengambil pengalaman dari gaya kepemimpinan mereka.

“Keduanya tidak hanya pintar dalam instrumen hukum, namun juga pandai dalam hal retorika,” jelas dia.

KPK pada kepemimpinan mereka dapat mengirim pesan pada koruptor agar tidak berani bermanmain. Selain itu, lanjut Arif, ada dua hal yang juga harus diperkuat KPK.

Pertama memperkuat kemampuan political will dan kedua instrumen hukum. Pasalnya, mayoritas kasus yang ditangani oleh lembaga antirasuah itu banyak melibatkan politisi.

“Kalau KPK cuma perhatian ke instrumen hukum, ya tidak cukup,” kata Arif.