Mengemudi Saat Lelah Sama Bahayanya Ketika Sedang Mabuk

Para ilmuwan dari UCLA dan Tel Aviv University meneliti pengemudi yang mengalami kelelahan, daya tangkap otaknya saat mengamati dan menilai visual menjadi lambat dan kurang efisien. Hal tersebut, sama berbahayanya ketika mengemudi di bawah pengaruh alkohol.

Melansir Autoexpress, Rabu (8/11/2017), penelitian ini dengan cara memasukan elektroda ke dalam otak pasien, dan mengukur respon dari 1.500 sel otak di daerah yang memproses persepsi dan ingatan visual. Hasilnya, peneliti menemukan bahwa subjek kurang mampu menerjemahkan visual ke dalam pemikiran alam sadar.

Dijelaskan Dr Itzhak Fried, Ilmuwan yang memimpin penelitian, pengemudi yang mengalami kelelahan memberikan pengaruh yang sama terhadap otak ketika terlalu banyak minumminuman beralkohol.

“Namun, tidak ada standar hukum atau medis untuk mengidentifikasi pengemudi yang berjalan dengan cara yang sama seperti kami menargetkan pengemudi mabuk,” jelasnya.

Lebih lanjut Fried menjelaskan, neurons di otak subyek merespon dengan perlahan, dan melepaskan respon dengan lambat dari biasanya. “Jika disamakan saat di belakang kemudi, persepsi dan proses visual akan melambat di otak pengemudi. Butuh waktu lama bagi otak untuk mencatat apa yang dirasakan,” tambahnya.

Penelitian terbaru ini melengkapi penelitian sebelumnya yang dilakukan AAA Foundation for Traffic Safety. Dalam penelitian tersebut dikatakan, kehilangan beberapa jam tidur malam, atau kurang tidur, bisa membuat pengemudi hampir dua kali beresiko dengan pengemudi yang tidur tujuh jam atau lebih.