Bakal Ada 2000 Pertemuan dalam Gelaran IMF-Bank Dunia di Bali

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan ada dampak positif bagi Indonesia dari perhelatan besar International Moneter Fund (IMF)World Bank (Bank Dunia) Annual Meetings 2018 atau IMFWorld Bank Annual Meetings di Nusa Dua, Bali pada 814 Oktober 2018. Anggaran yang akan digelontorkan untuk persiapan acara tersebut mencapai lebih dari Rp 1 triliun.

“Anggaran dari APBN sebesar Rp 810 miliar. Lalu co sharing dengan Bank Indonesia (BI), belum masuk ke sini (APBN) untuk venue sekitar Rp 280Rp 300 miliar untuk event ini,” kata Sri Mulyani di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (12/9/2017).

Lebih jauh, ia menjelaskan, hotel akan beralih fungsi sementara menjadi kantor para delegasi, pemerintah, BI, IMF, Bank Dunia, dan peserta lainnya yang terdiri dari pelaku utama di sektor keuangan, CEO, bankir, pers, dan observer. Dengan begitu, yang mendulang keuntungan adalah masyarakat Indonesia, terutama Bali.

“Komputerkomputer yang digunakan setelah event ini pun nantinya akan dihibahkan ke sekolahsekolah,” ujar mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.

Sri Mulyani mengaku, dana Rp 810 miliar yang dianggarkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun depan bukan digunakan untuk membiayai perjalanan dan penginapan para delegasi selama sepekan berada di Bali.

“Itu bukan untuk anggaran nginap mereka (delegasi). Mereka nginap bayar sendiri,” ujar dia.

Dia menuturkan, pada Oktober saat acara besar itu berlangsung termasuk low season. Itu artinya, Sri Mulyani menambahkan, banyak hotel yang bersedia menawarkan kamar atau ruangan dengan harga diskon daripada harus kosong melompong.