BUMN Ini Bisa Turunkan Harga Bahan Pokok di Puncak Jaya 25 Persen

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengintruksikan kepada para menteri untuk mengimplementasikan kebijakan harga bahan bakar minyak (BBM) dan semen satu harga di seluruh wilayah Indonesia. Dengan begitu, harus ada upaya untuk menekan disparitas harga terutama di wilayah Papua dan Papua Barat.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengungkapkan, pemerintah membangun jalan Trans Papua sepanjang 4.300 Kilometer (Km) dengan tujuan mengurangi mahalnya harga kebutuhan pokok di masingmasing wilayah.

Dari sepanjang 4.330,07 Km, pemerintah telah merealisasikan jalan Trans Papua yang menghubungkan Provinsi Papua dan Papua Barat sepanjang 3.851,93 Km. Sisanya sekitar 479,04 Km ditargetkan tersambung pada tahun ini.

“Mudahmudahan tahun ini sudah bisa tembus semua. Tinggal jembatanjembatannya saja,” Basuki menegaskan saat Diskusi Ekonomi Visi Indonesia Sentris Pemerataan di Papua di Kafe Kembang Kencur, Jakarta, Minggu (5/3/2017).

Basuki mengaku, akses menjadi kendala utama untuk menurunkan harga semen di Papua. Pasalnya, sepanjang 479,04 Km ruas jalan Trans Papua yang belum tersambung berada di bawah, sementara yang sudah terhubung membelah hutan dan pegunungan.

“Harga BBM di Papua sudah satu harga, tapi harga semen masih Rp 2,5 juta di Jayawijaya dan Intan Jaya,” katanya.

Menurutnya, Kementerian PUPR menjamin harga semen di Papua akan turun signifikan dengan syarat pembangunan jalan Trans Papua dirampungkan. Akan tetapi, peran dari tol laut sangat penting menunjang tujuan ini, sehingga jalur tol laut pun diperpanjang sampai ke Wasior.

“Yang paling dekat jalan darat dari Mamuju. Nanti kalau jalan ke Kenyam, Dekai sudah jadi lalu ke Wamena dijamin pasti turun harganya. Tapi tol laut juga harus nyambung sampai ke Wasior,” Basuki menerangkan.