Diklaim Berbahaya, Dari Mana Asal Bakteri Luar Angkasa?

Dr. John Rummel, ilmuwan senior dari Seti Institute di Mountain View, California mengatakan selain bakteri ada pula mikroorganisme atau mikroba yang juga dapat membawa penyakit bagi manusia.

Karena itu, sebagai langkah antisipasi, Badan Antariksa harus menyiapkan metode sterilisasi objek luar angkasa yang dibawa serta melakukan metode sama untuk membersihkan wahana luar angkasa dan kostum para astronot.

“Jika mereka (astronot) membawa sampel dari Europa atau Mars, kami akan sterilkan lebih dulu. Kami akan simpan dan melakukan uji coba sampai akhirnya material tersebut aman dan bebas dari bakteri serta mikroba,” kata Dr. Rummel.

Lantas, mengapa bakteri dan mikroba bisa bertahan sebegitu lamanya, sehingga dapat hidup saat sampai di Bumi? Dijelaskan Dr. Rummel, komponen mikrobial tersebut ternyata immune (tahan) terhadap suhu dingin dan kondisi kering.

“Mereka akan mati jika terkena radiasi yang intens. Tetapi, organisme ini kan terlindungi di dalam pesawat luar angkasa. Selagi pesawat tersebut tertutup, mereka akan terus hidup. Suhu di dalam (pesawat luar angkasa) itu sangat dingin,” pungkasnya.