Lapangan Rusak Parah, Panitia AWSC 2017 Gelar Rapat Darurat

Komite pertandingan PSSI dan panpel pertandingan turnamen Aceh World Solidarity Cup (AWSC) 2017 menggelar rapat darurat di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Selasa (5/12/2017).

Rapat darurat dilakukan mengingat buruknya kondisi lapangan pertandingan setelah empat pertandingan digelar di Stadion Harapan Bangsa, terutama ketika Timnas Indonesia menghadapi Mongolia, Senin (4/12/2017).

Selain komite pertandingan dan panpel, rapat darurat juga dihadiri manajer Timnas Kirgiszstan, Azamat, Stephen Ng (pelatih Brunei Darussalam), Michael Weiss (pelatih Timnas Mongolia0, dan asisten pelatih Timnas Indonesia, Bima Sakti.

Pada rapat tersebut, panpel turnamen yang diwakili Demis Djamaoedin, mengungkapkan panpel sedang berusaha semaksimal mungkin agar laga di hari terakhir AWSC 2017 tetap terlaksana.

“Laga antara Timnas Indonesia menghadapi Kirgizstan akan tetap digelar mengingat laga tersebut menentukan peringkat pertama dan kedua dalam turnamen ini. Saya berharap kita semua berdoa agar pada pertandingan terakhir tidak turun hujan yang deras dan ada matahari,” ujar Demis dalam konferensi pers yang digelar Selasa (5/12/2017).

Untuk laga pada hari terakhir, ada kemungkinan laga antara Mongolia dan Brunei Darussalam dibatalkan jika situasi tidak memungkinkan. Ketua Panitia AWSC 2017, Sakdan Abidin, menyampaikan jika keputusan akan tergantung kepada kedua tim yang akan bertanding itu.

“Dari hasil rapat darurat tadi, dengan melihat kondisi cuaca yang buruk yang melanda Aceh belakangan ini, disepakati laga antara Mongolia dan Brunei Darussalam akan menunggu keputusan dari kedua tim pada jam 11.00 WIB pada hari pertandingan,” ujar Sakdan saat dihubungi Bola.com.

Kondisi lapangan Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, menjadi buruk setelah hujan deras selalu turun saat laga digelar sehingga membuat genangan hingga kubangan lumpur di lapangan.

Bahkan momen memprihatinkan terjadi saat laga Timnas Indonesia kontra Mongolia, di mana striker Tim Garuda, Ilija Spasojevic, sempat membersihkan lapangan di area titik penalti saat hendak melakukan eksekusi yang menghasilkan gol ketiga Timnas Indonesia.

Selama dua hari turnamen solidaritas itu, empat pelatih tim yang ikut serta, termasuk pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla, selalu menyinggung kondisi lapangan yang buruk. (Eko Deni Saputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *