Presiden Iran Bersedia Pulihkan Hubungan dengan Saudi Asal

Belum lama ini, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengungkap, diamdiam, Israel menjalin kerja sama dengan sejumlah negara Arab. Netanyahu juga berharap bahwa hubungan itu akan semakin berkembang.

Pernyataan PM Netanyahu datang setelah Jajaran Staf Israeli Defense Force (IDF)angkatan bersenjata Israelmengatakan Tel Aviv siap untuk berbagi informasi intelijen dengan Arab Saudi dan Iran.

“Kerja sama positif dengan negara Arab bersifat rahasia dan dilaksanakan secara konstan di bawah tangan,” kata Netanyahu pada Kamis, 23 November kemarin.

“Saya percaya bahwa hubungan itu (dengan negara Arab) akan terus berkembang dan menghasilkan hasil positif untuk perdamaian. Tetangga akan saling bekerja sama. Jika tidak, maka mereka harus bekerja sama dengan pihak asing,” ucapnya.

Pekan lalu, Menteri Energi Israel, Yuval Steinitz, juga mengonfirmasi kontak klandestin Tel Aviv dengan negara Arab.

“Kami memiliki ikatan yang memang sebagian tertutup dengan banyak negara Muslim dan Arab, dan kami tidak malu akan hal itu,” kata Steinitz.

Sang menteri berpendapat, hubungan semacam itu, “demi menjaga ketenangan di antara negara di kawasan. Dengan kami, biasanya tak ada masalah. Tapi kami menghormati keinginan pihak negara lain. Kami selalu merahasiakannya.”

Selama beberapa waktu terakhir, Israel tengah mengejar pemulihan relasi dengan berbagai negara di Teluk Arab dan negara Muslim lain di kawasan. Alasannya, demi kepentingan bersama dalam hal penanganan keamanan di kawasan.

Sedangkan pada awal November 2017 lalu, Kepala Staf IDF, Letjen Gadi Eizenkot mengatakan kepada koran Saudi Alaf bahwa negaranya siap untuk berbagi informasi intelijen dengan Riyadh maupun Teheran.

Saat ini, relasi diplomatik Israel dengan negara di kawasan hanya terjalin dengan Mesir dan Yordania. Sementara negara Arab lain bersikukuh untuk tidak menjalin hubungan apapun dengan Tel Aviv, hingga Israel menarik diri dari wilayah Palestina yang diduduki usai Perang Enam Hari 1967.