Sumber Energi Baru Bakal Ditemukan di Venus pada 2018?

Pakar geologi dari Unviersitas Negeri North Carolina, AS, Paul Bryne, menjelaskan bahwa Venus merupakan tempat alami yang menarik untuk dipelajari. Pasalnya, planet tersebut memang memiliki karakteristik yang mirip dengan Bumi.

Ukuran Venus pun mirip dengan Bumi. Soal tingkat kerapatan dan gravitasi juga sama. Sayangnya, peluang Venus untuk bisa dihuni manusia sangat minim. Sebab, atmosfer Venus dianggap berbahaya dan bahkan penuh dengan karbon dioksida.

“Atmosfer Venus tentu berbeda dengan Mars, apalagi Bumi. Tekanan udaranya begitu pekat dan panas. Kalau diibaratkan, atmosfer planet ini bisa menghancurkan kapal selam nuklir,” ujar Jonathan Sauder, ilmuan NASA Jet Propulsion Laboratory (JPL), sebagaimana dilansir laman Space.

Sauder juga mengungkap, permukaan Venus memiliki suhu ekstrem. Diketahui, temperatur permukaan planet tersebut bisa mencapai 462 derajat Celsius.

“Tidak akan ada satu pun yang bisa bertahan dalam kondisi ini dalam waktu kurang dari 127 menit. Dan belum pernah ada yang berani mencobanya selama tiga dekade terakhir,” tambahnya menerangkan.

NASA sendiri tengah menyiapkan wahana khusus eksplorasi Planet Venus. Meski masih konsep, wahana tersebut berupa rover dengan nama Automaton Rover for Extreme Environments (AREE). Ia diklaim bisa bertahan dalam kondisi suhu ekstrem seperti di Planet Venus.

AREE sendiri adalah wahana yang dibangun dengan dana langsung dari program Innovative Advanced Concepts (NIAC) milik NASA. Misi proyek ini adalah ingin membantu ilmuwan meneliti lingkungan planet dengan suhu ekstrem, di mana salah satunya adalah Venus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *