Terus Diteror, Curhat Difabel Korban Penganiayaan Oknum Satpol PP

Tawaran damai dengan sejumlah uang pun kerap terdengar dari mulut oknum itu. Mulai tawaran puluhan juta hingga ratusan juta rupiah.

Ia mengaku jika tindakan intimidasi verbal itu sudah dialaminya sejak laporan penganiayaan ini bergulir di meja penyidik Kepolisian Resor (Polres) Bone atau sehari setelah peristiwa yang terjadi pada 24 Desember 2017.

Menurutnya, teror dan intimidasi itu makin menjadi-jadi setelah polisi menetapkan lima tersangka dari oknum yang melakukan kekerasan itu. Penetapan tersangka oleh polisi ini dikeluarkan pada 28 Desember 2017 lalu.

Beberapa hari kemudian, seperti yang dialaminya pada Senin, 1 Januari 2018 malam lalu, takdir menuturkan dua orang preman mendatangi rumahnya untuk meminta mencabut laporan itu dan mengancam keselamatan jiwanya.

“Ada dua preman datang ke rumah untuk membujuk saya dan bernada tinggi hingga mengatakan bahwa, ‘Kau tidak akan tenang tinggal di kampung ini kalau persoalan ini tidak selesai sampai di sini’,” papar Takdir menirukan ucapan preman itu.

Tak hanya malam itu, sejumlah orang mendatangi lagi, dan Takdir saat itu malah merekam video dan menyiarkannya secara langsung di media sosial Facebook, melalui akun pribadinya. Namun, Takdir menghapus rekaman itu karena orang itu menyebut sejumlah nama pejabat di Bone.

“Ada lagi, saya sempat siaran langsung, tapi saya hapus karena orang itu menyebut nama-nama penjabat Bone, saya hapus siaran langsung itu karena menyebut nama-nama pejabat-pejabat Bone, makanya saya tidak sebarluaskan ancaman tadi,” ujarnya pula.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *