Korsel Periksa 6 Bank terkait Rekening Mata Uang Virtual

Regulator Korea Selatan (Korsel) melakukan inspeksi gabungan terhadap enam bank lokal yang menawarkan rekening mata uang virtual kepada berbagai lembaga. Penggunaan mata uang virtual seperti bitcoin yang semakin meningkat dikhawatirkan dapat menyebabkan lonjakan kejahatan.

Dilansir Reuters, Selasa (9/1/2018), penyelidikan gabungan ini dilakukan oleh Financial Services Commision (FSC) dan Financial Supervisory Services (FSS). Chairman FSC, Choi Jong-ku, dalam keterangan resmi mengatakan kedua regulator akan memeriksa apakah bank-bank tersebut mematuhi regulasi anti-pencucian uang dan penggunan nama asli untuk membuat rekening.

“Mata uang virtual saat ini tidak berfungsi sebagai alat pembayaran dan digunakan untuk tujuan ilegal seperti pencucian uang, penipuan, dan aktivitas investor yang tidak benar,” ucap Choi.

Enam bank yang diselidiki adalah H Bank, Industrial Bank of Korea, Shinhan Bank, Kookmin Bank, Woori Bank dan Korea Development Bank. Perwakilan NH Bank dan Shinhan Bank menolak berkomentar, sedangkan sisanya belum bisa dihubungi.

Dijelaskan Choi, regulator akan mencari cara untuk mengurangi risiko terkait perdagangan cryptocurrency tersebut di Korsel. Langkah ini akan termasuk menutup berbagai lembaga atau perusahaan yang menggunakan mata uang tersebut.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *