Selain Rumah DP 0 Rupiah, Ada Juga Rumah Tapak Tanpa DP Lho!

Impian warga DKI Jakarta untuk menempati hunian layak dengan harga terjangkau sudah di depan mata. Hari ini, Gubernur Anies Baswedan melakukan groundbreaking proyek Klapa Village, yang merupakan hunian pertama dalam program DP Nol Rupiah.

Disebut DP 0 Rupiah, sebab dalam hal ini bank tetap mendapatkan uang muka, hanya saja ditanggung (ditalangi atau disubsidi) oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Program ini dicetus guna mengganti prasyarat DP yang dinilai cukup tinggi bagi sebagian masyarakat, dengan prasyarat lain untuk memastikan pembayaran kredit yang lebih dapat dipenuhi oleh warga. Misalnya:

  • Konsistensi jumlah saldo tabungan di bank, sebesar proporsi tertentu dari nilai properti dalam jangka waktu 6 bulan terakhir. Kisarannya sekitar Rp2,3 juta per bulan.
  • Konsistensi perilaku menabung di bank selama jangka waktu 6-12 bulan terakhir.

Simak juga: Adakah Hunian Rp350 Juta di Jakarta?

Lantas siapa saja yang bisa menikmati program ini? Adalah seluruh warga DKI Jakarta (dibuktikan dengan KTP) yang masuk ke golongan kelas menengah ke bawah, dengan penghasilan total rumah tangga sampai sekitar Rp7 juta per bulan, serta belum memiliki properti sendiri.

Ini juga berlaku untuk para pekerja informal yang selama ini kesulitan mendapatkan fasilitas kredit, karena tipe penghasilan yang tidak tetap seperti pekerja formal.

Menanggapi program yang resmi terealisasi ini, Head of Marketing Rumah.com, Ike Hamdan, mengatakan pada intinya DP nol rupiah merupakan mekanisme yang lazim digunakan dalam pemasaran properti, termasuk salah satu penawaran yang diberikan oleh pengembang.

“Saat ini sudah cukup banyak pengembang yang menawarkan program serupa. Tapi tentu saja dibarengi dengan syarat dan ketentuan yang diterapkan, karena pengembang harus mengatur kelancaran cash flow untuk mewujudkan realisasi pembangunan proyeknya,” katanya.

Ike menambahkan, “Namun demikian, apabila konsumen menggunakan metode pembelian properti dengan cara menggunakan fasilitas pinjaman dari bank, maka ketentuan LTV akan diterapkan oleh bank pemberi kredit.”

“Di sinilah pemerintah DKI perlu bekerjasama dengan Bank Indonesia dalam menemukan mekanisme yang tepat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terkait perumahan. Belajar dari pengalaman negara lain, bisa juga diperhitungkan jumlah dana tertentu dalam rekening seseorang yang bisa digunakan sebagai faktor pemberian kredit rumah barunya.”

Satu hal yang perlu menjadi catatan, dalam program DP 0 Rupiah, hunian yang dimaksud bukan rumah tapak seperti yang ada pada klaster-klaster, melainkan rumah vertikal alias rumah susun seperti yang sudah banyak hadir di Jakarta.

Akan tetapi jangan khawatir, bagi masyarakat yang tidak menyukai tinggal di hunian bertingkat, Rumah.com punya daftar rumah tapak dalam cluster yang bisa dibeli tanpa uang muka. Apa saja contohnya?

  1. Heavenly Residence, Jakarta Timur
  2. The Ariston Platinum, Depok
  3. Permata Gading Residence, Jakarta Utara
  4. Sawangan Hills 3, Depok
  5. Botania Lake Residence, Depok
  6. Grand Victoria, Bekasi
  7. Graha Tirta Asri, Bogor
  8. Harvest City, Bogor
  9. Trevista Bekasi, Bekasi
  10. Trevista Serua, Ciputat

Mencari rumah tapak dalam kondisi baru seharga kurang dari Rp500 Juta di Jakarta relatif sulit. Akan tetapi, di wilayah penyangga seperti Depok, Bogor, dan Tangerang, Anda bisa dengan mudah menemukan rumah seharga Rp350 juta yang daftarnya hanya ada di sini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *