Pengunjung ke Taman Nasional Komodo Akan Dibatasi

Otoritas Taman Nasional Komodo (TNK) berencana menerapkan pembatasan jumlah kunjungan wisatawan ke destinasi yang memiliki satwa purba komodo (varanus komodoensis) itu mulai 2018. Pembatasan wisatawan mancanegara dan domestik itu untuk meminimalisir dampak dari ekowisata terhadap lingkungan di kawasan TNK.

Arus kunjungan wisatawan ke Komodo memang terus meningkat. TNK mencatat, arus kunjungan wisatawan ke TNK yang merupakan salah satu dari 10 destinasi unggulan nasional itu dalam tahun 2017 mencapai 119.599 orang atau naik 11,04 persen dari tahun 2016 sebanyak 107.711 orang.

Arus wisatawan yang membeludak itu, menurutnya, dikhawatirkan berdampak pada kondisi lingkungan maupun keberlangsungan hidup satwa komodo yang merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia (new seven wonderes) itu sendiri.

Untuk itu perlu adanya pembatasan jumlah pengunjung yang dilakukan secara tidak langsung dengan menaikan tarif kunjungan sesuai dengan pembagian rayon.

“Pembatasan jumlah pengunjung Komodo itu akan kami terapkan untuk tiap objek destinasi tempat wisata baik di darat maupun lokasi selam,” kata Kepala TNK Sudiyono saat dihubungi Antara dari Kupang, Sabtu (20/1/2018), dilansir Antara. “Rencana ini akan kami terapkan mulai 2018 ini namun tentu akan melalui tahap sosialisasi terlebih dahulu.”

Tarif Baru Tiket Masuk Komodo

Ia menjelaskan, saat ini karcis masuk untuk pengunjung umum pada rayon III masih rendah dengan tarif Rp 150.000 per orang per hari untuk wisatawan mancanegara dan Rp 50.000 untuk wisatawan domestik. Sementara tarif untuk rombongan pelajar atau mahasiswa masing-masing untuk mancanegara sebesar Rp100.000 per orang per hari dan domestik Rp 30.000.

Tarif tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan rayon II dengan tarif Rp 250.000 per orang per hari untuk wisatawan mancenegara dan Rp 20.000 untuk domestik. Tarif untuk rayon I masing-masing Rp 200.000 per orang per hari untuk wisatawan mancanegara dan domestik Rp 10.000.

“Kunjungan yang saat ini masuk rayon III ini kami usulkan untuk nantinya jadi rayon I atau II,” katanya.

Ia menyebut, kenaikan tarif untuk wisatawan mananegara bisa mencapai 25 persen per rayon, sedangkan wisatawan domestik mencapai 50 persen dari tarif yang ada saat ini. “Saat ini tarif masih terlalu murah untuk masuk TNK dengan sekali masuk bisa menjangkau seluruh objek,” katanya.

Sudiyono berharap, rencana kenaikan tarif tersebut membuat pendapatan negara bukan pajak (PNBP) tetap tinggi. Di sisi lain jumlah kunjungan bisa dikendalikan sehingga tekanan pengunjung terhadap kawasan konservasi Taman Nasional Komodo lebih kecil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *