Harga Ikan Bawal Putih Tembus Setengah Juta Rupiah Jelang Imlek

Tahun Baru Imlek 2569 jatuh pada 16 Februari mendatang. Namun, harga ikan bawal putih di Cilacap, Jawa Tengah (Jateng), melonjak tinggi menjelang Imlek.

“Harga ikan bawal putih ukuran enam ons ke atas mencapai kisaran Rp 450.000 hingga Rp 500.000 per kilogram, sebelumnya Rp 350.000 per kilogram,” ucap Ketua Kelompok Nelayan Pandanarang, Tarmuji, di Pantai Teluk Penyu, Cilacap, Selasa, 6 Februari 2018, dilansir Antara.

Ia menjelaskan, lonjakan harga ikan bawal putih itu terjadi karena tingginya permintaan dari warga etnis Tionghoa untuk keperluan sesaji menjelang Imlek.

Sementara, ikan bawal putih di perairan selatan Jateng masih sulit ditangkap oleh nelayan. Menurut dia, nelayan saat sekarang baru mampu mendapatkan ikan bawal putih berkisar 5-10 kilogram.

“Alhamdulillah kondisi perairan selatan Jateng sejak kemarin (Senin, 5 Februari 2018) terlihat kondusif, sehingga nelayan mulai melaut setelah sempat istirahat lebih dari sepekan,” katanya.

Selain bawal putih, menurut Tarmuji, kenaikan harga juga terjadi pada ikan layur, yakni dari Rp 30.000 per kilogram menjadi Rp 40.000 per kg untuk ukuran 2 ons per ekor. Kendati demikian, dia mengatakan kenaikan harga ikan layur bukan karena tingginya permintaan menjelang Imlek.

“Ikan layur banyak diminati oleh masyarakat. Saat sekarang, nelayan baru mampu menangkap ikan layur sebanyak 20-30 kilogram dalam sekali melaut,” katanya.

Harga Ikan Tenggiri pun Naik

Sementara di Bandar Lampung, Provinsi Lampung, harga ikan tenggiri pada pekan kedua Februari 2018 naik menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2569 Kongzili, meski hasil tangkapan nelayan setempat mulai banyak.

Berdasarkan pantauan di Pasar Lelang Bandar Lampung, Rabu (7/2/2018), ikan tenggiri dan bawal putih banyak dicari pengunjung pasar tersebut. Akibatnya, harganya mengalami kenaikan.

Harga ikan tenggiri kini mencapai Rp 95.000 per kilogram, padahal harga normalnya berkisar Rp 65.000. Sementara itu, pasokan ikan bawal putih ukuran besar tidak ada, sehingga pengunjung membeli ikan bawal biasa yang harganya mencapai Rp 60.000/kg.

Sejumlah pengunjung menyebutkan ikan tenggiri yang paling dicari menjelang Imlek, karena digunakan sebagai bahan baku makanan olahan, seperti otak-otak, pempek, tekwan, dan bakwan.

“Menjelang Imlek, harga ikan tenggiri pasti melambung tinggi, karena banyak yang beli. Sebaiknya dibeli jauh hari sebelum Imlek, agar harganya masih terjangkau,” kata Anton, salah satu pengunjung Pasar Lelang, dilansir Antara.

Ia menyebutkan, harga ikan tenggiri dan bawal putih selalu naik setiap menjelang Imlek. Pasalnya, permintaan atas ikan tersebut meningkat volumenya.

Pasar Lelang merupakan salah satu pusat penjualan ikan laut di Kota Bandar Lampung. Aneka ikan laut selalu dipasok ke pasar tersebut setiap harinya dan kualitasnya umumnya bagus.

Selain itu, hasil pantauan juga menunjukkan bahwa harga ikan laut lainnya naik dan Pasar Lelang tetap ramai pengunjung.

Berdasarkan pantauan, harga ikan kini di Pasar Lelang ada yang sudah mendekati atau lebih mahal dari harga daging sapi.

Harga ikan yang mengalami kenaikan tinggi, di antaranya tenggiri yang mencapai Rp 95.000/kg, padahal harga normalnya Rp 65.000/kg. Selar dan kembung kini mencapai Rp 60.000/kg, sebelumnya Rp 35.000-Rp 40.000/kg.

Pun demikian kakap mencapai Rp 70.000/kg, sebelumnya Rp 45.000/kg, tongkol Rp 40.000/kg, sebelumnya Rp 30.000/kg. Sedangkan cumi-cumi mencapai Rp 70.000/kg, sebelumnya Rp 40.000/kg, bawal Rp 70.000/kg, sebelumnya Rp 40.000/kg, serta harga simba Rp 70.000/kg, harga normalnya Rp 40.000/kg.

Sementara, harga udang besar dan bawal putih biasanya di atas Rp 120.000/kg, sedangkan harga daging sapi berkisar Rp 100.000-Rp 120.000/kg.

Harga Ikan Bolu Melonjak Jelang Imlek

Jika bingung dengan sebutan ikan bolu, lihat saja ikan bandeng. Ikan bolu sebutan populer di kalangan warga Makassar untuk ikan yang hidup di air payau itu. Jelang perayaan Imlek 2567, harga ikan bolu diperkirakan akan melonjak.

Ketua Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia (IPTI) Sulawesi Selatan William Lauri mengatakan, menu ikan bolu itu biasanya selalu terhidang dalam tradisi makan malam keluarga saat merayakan Imlek. Keluarga keturunan biasanya mengolah ikan bolu menjadi ikan pindang. Kebiasaan itu tidak ditemukan di keluarga keturunan Tionghoa di negara lain.

“Tradisi memasak pindang bandeng merupakan akulturasi dengan kebudayaan. Bagi orang Tionghoa, ikan bandeng merupakan salah satu lambang kesejahteraan atau kemakmuran yang berlimpah. Tidak heran jika harga bandeng akan naik berkali lipat pada saat Imlek,” kata William kepada Liputan6.com di Jalan Jampea, kawasan Pecinan Kota Makassar, Senin, 11 Januari 2016.

Jenis ikan bolu yang disasar masyarakat Tionghoa Makassar adalah ikan bolu super. Ikan itu berukuran 1,5 kg per ekornya. Sejak Maulid Nabi Muhammad SAW lalu, harga ikan bolu super di Pelabuhan Ikan Paotere, Kecamatan Ujung Tanah, sudah dibanderol Rp 25 ribu per ekor. Menurut Amir, salah seorang pedagang ikan di Paotere, harga ikan tersebut akan naik jelang Imlek.

“Sekarang masih normal Rp 25 ribu per ekor untuk ukuran jumbo seberat 1,5 kilogram. Tapi, biasanya memang harga ikan bolu akan naik jelang Imlek,” kata Amir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *