Daihatsu Sirion Masih Diimpor, Apa Alasannya?

Generasi ketiga Daihatsu Sirion resmi hadir di pasar otomotif Tanah Air. Mobil perkotaan andalan PT Astra Daihatsu Motor (ADM) ini, datang masih dengan status impor langsung alias CBU dari Malaysia.

Menurut Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran PT ADM, keputusan untuk masih terus mendatangkan Sirion dari Malaysia, karena segmen citycar di Indonesia yang terbilang sangat kecil. Dengan pasar yang hanya 3.000-an unit perbulan, namun dijejali sekitar 11 model citycar.

“Kalau membuat sebuah mobil dengan harga yang bersaing dipasarkan, kita membutuhkan volume. Apakah mungkin dibuat (Daihatsu Sirion lokal)? Mungkin saja,” jelas Amelia di sela-sela peluncuran All New Daihatsu Sirion, di Gandaria City, belum lama ini.

Namun, untuk melakukan produksi lokal memang harus dilihat pasar atau volume penjualannya. Dengan penjualan yang hanya 3.000-an unit (citycar), dan 200-an unit untuk Daihatsu Sirion akan menjadi tidak efisien.

“Dengan angka itu, kami belum melihat skala ekonomisnya. Jadi, sampai hari ini kita belum bisa membuatnya di Indonesia karena skala ekonomi belum mencapai sesuai yang diharapkan,” tegasnya.

Jadi, keputusan untuk mendatangkan Daihatsu Sirion secara CBU dari Malaysia masih jadi pilihan yang lebih baik dan efisien, dibanding harus memproduksi secara lokal. “Jadi, akan lebih baik kalai misalnya kita CBU dari Malaysia, yang notabene itu grup dari Daihatsu sendiri,” pungkas Amel.

Nasib Daihatsu Sirion di Indonesia Tak Seberuntung di Malaysia

Usai launching bulan November 2017 lalu, Daihatsu Sirion di Malaysia dengan nama Perodua Myvi telah menembus 36 ribu SPK (Surat Pemesanan Kendaraan).

“Saat ini jumlah indent booking Myvi semenjak di-launching 16 November 2017 sampai sekarang sudah sebanyak 36 ribu unit,” kata General Manager Service Operations Perodua, Azarul Amir, di Sunter, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan bahwa di Malaysia orang-orang lebih banyak memilih citycar. Myvi pun menjadi pilihan karena diklaim irit bahan bakar.

“Salah satunya adalah dari segi fuel saving-nya. Sekarang ini konsumen lebih memilih mobil yang hemat bahan bakar, jadi Myvi tergolong kategori mobil yang irit. Mobil ini juga menggendong tes tabrak bintang 5 dari NCAP,” kata Amir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *