8 Cara Ampuh Mengontrol Kebiasaan Belanja yang Impulsif

Saat ini kita hidup di era serba instan, mau apapun langsung pencet smartphone, termasuk dalam hal belanja. Inilah yang sering membuat kita lupa dengan prinsip hidup hemat dan terlena. Padahal segala kemudahan yang rasanya menguntungkan dan mengasyikkan itu juga berisiko.

Dengan memanfaatkan teknologi internet, saat ini kegiatan belanja jadi lebih mudah tidak terkontrol alias impulsif. Apalagi jika baru mendapatkan gaji atau bonus.

Oleh karena itu kita harus tahu cara mengontrol kebiasaan belanja impulsif. Tidak sulit, asal kita memiliki niat kuat. Simak cara hidup hemat dengan mengerem kebiasaan belanja impulsif dari DuitPintar.com berikut ini:

1. Pasang target 

Spesifik, terukur, terjangkau, realistis, dan tepat waktu bukanlah target sembarangan. Inilah target menuju kesuksesan. Caranya sederhana. Pastikan Anda membeli sesuatu sesuai dengan rencana. Cara ini bisa diaplikasikan ketika belanja bulanan. Jangan sampai tergoda membeli sesuatu yang sebelumnya tidak direncanakan.

2. Tentukan anggaran

Tentukan anggaran sebelum belanja, sehingga semuanya terukur sesuai dengan kemampuan. Tanpa anggaran, Anda akan buta saat belanja sehingga risiko impulsif ada di depan mata. Anggaran harus dicocokkan dengan kebutuhan dan kondisi finansial. Intinya adalah jangan terlalu tinggi ataupun terlalu rendah saat membuat anggaran.

3. Bawa duit tunai

Cara mengontrol belanja impulsif yang satu ini terbilang ekstrem. Tapi inilah yang perlu dilakukan kalau tidak bisa bertanggung jawab menggunakan kartu sebagai alat bayar, terutama kartu kredit.

Kalau membawa uang tunai, bisa dipaskan dengan harga barang yang akan dibeli. Adapun kalau bawa kartu, bisa-bisa asal gesek karena merasa tidak keluar uang pada saat itu.

4. Bekukan kartu kredit

Bekukan kartu kredit Anda kalau mau mengontrol kebiasaan belanja impulsif. Pikir ulang masak-masak apakah sebuah barang perlu dibeli atau tidak. Pastikan Anda tidak selalu membawa kartu kredit di dalam dompet agar tak udah terpakai.

5. Jaga diri

Saat melihat ada diskon dengan keterangan “besok harga naik”, “barang terbatas”, atau “clearance sale”, dorongan belanja impulsif sering kali muncul. Jangan mudah percaya.

Coba perhatikan, diskon itu sering muncul dalam siklus tertentu. Misalnya awal bulan. Jadi, jaga diri, jangan sampai khawatir diskon hilang jika tidak segera dibeli. Pikir-pikir dulu semuanya agar pengeluaran tidak sia-sia.

6. Berhenti langganan info melalui e-mail

Ini khususnya buat yang mendaftarkan e-mail pribadi ke situs marketplace. Setidaknya setiap minggu datang e-mail yang menawarkan barang ini-itu dengan harga diskon.

Bila gampang tergiur, pasti kebiasaan belanja impulsif sulit untuk dihentikan. Lihat ke diri masing-masing, kira-kira sanggup tidak menjaga air liur netes lihat tawaran itu. Kalau tidak, klik “unscribe” saja.

7. Hindari diskon

Lho kok diskon malah dihindari? Iya dong, kalau memang tidak membutuhkan barang tersebut kenapa tidak? Area diskon di supermarket bisa menjadi penggoda yang tak tertahankan.

Jalan cepat kalau melewati rak atau etalase diskon-diskon yang tidak masuk daftar belanjaan. Terlebih bukan jaminan diskon itu mengurangi harga barang. Siapa tahu harga dinaikkan dulu, baru dikorting.

8. Minta bantuan

Keberadaan orang lain sangat penting, untuk membantu Anda menerapkan cara hidup hemat yang satu ini. Dari anggota keluarga, teman, sampai pacar yang akan siap mengingatkan Anda bila hasrat belanja impulsif sedang muncul.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *