Bantai Meksiko, Jerman Melaju ke Final

Gelandang Jerman Leon Goretzka mencetak dua gol pada awal pertandingan untuk membuka timnya menang 4-1 atas Meksiko pada pertandingan semifinal Piala Konfederasi, Kamis (29/6) waktu setempat atau Jumat (30/6) WIB.

Meksiko memiliki lebih banyak peluang dan lebih banyak menguasai bola namun pertahanan mereka memiliki banyak ruang, yang dapat dieksploitasi tim muda Jerman yang sarat pengalaman.

Goretzka mencetak dua gol pada delapan menit pembukaan sebelum Timo Werner dan Amin Younis menambahi dua gol lagi pada babak kedua, meski Marcio Fabian mengemas gol paling spektakuler pada pertandingan ini pada menit ke-89 untuk Meksiko, yang tercipta melalui tembakan keras dari jarak 35 meter.

Jerman, yang tim intinya memiliki usia rata-rata di bawah 24 tahun, akan bertemu Chile di final Minggu di St Petersburg, meski mereka mengistirahatkan pemain-pemain seperti kiper Manuel Neuer, Mats Hummels, Mesut Ozil, Thomas Muller, dan Toni Kroos.

Tersingkirnya Meksiko akan membuat para penggemar khawatir mengenai peluang mereka di Piala Dunia tahun depan jika, sesuai yang diperkirakan, mereka lolos, dan mengakhiri laju enam kali secara berturut-turut tersingkir di putaran 16 besar.

Terjadi kontroversi setelah turun minum ketika Werner terlihat didorong di bagian punggungnya saat ia mencoba masuk ke kotak penalti, namun wasit memutuskan permainan diteruskan tanpa meminta melihat tayangan video.

Jerman membuka keunggulan pada menit keenam ketika Benjamin Henricha menggebrak di sisi kanan, dan Goretzka menyambar operan mendatarnya untuk menjadi gol dari tepi kotak penalti.

Hanya diperlukan satu menit 49 detik bagi Jerman untuk menggandakan keunggulan mereka ketika Werner menggulirkan bola melalui pertahanan Meksiko yang terbuka untuk Goretzka, yang kembali menaklukkan kiper Guillermo Ochoa.

Meksiko terlihat berada di jalur untuk mengulang kekalahan 0-7 mereka dari Chile pada Piala Amerika Centenario tahun lalu, dan berpeluang tertinggal tiga gol ketika Werner memiliki peluang namun kali ini Ochoa mampu memblok tembakannya.

Meksiko mencatatkan 58 persen penguasaan bola dan 25 percobaan tembakan berbanding 12 percobaan tembakan milik Jerman, namun mereka menyia-nyiakan peluang.

Sebaliknya, Jerman tampil tajam dan kembali mencetak gol ketika kapten mereka yang baru berusia 23 tahun Julian Draxler, pemain paling berpengalaman mereka dengan catatan 34 kali membela timnas, menyodorkan bola kepada Jonas Hector yang operannya ke area lawan dapat dimaksimalkan Werner pada menit ke-59.

Meksiko dengan berani terus mencoba menggempur sang juara dunia, dan Raul Jimenez melepaskan tandukan yang membentur mistar gawang. Gol Fabian sempat memberi sedikit harapan bangkit untuk mereka, namun harapan itu segera sirna oleh gol keempat Jerman yang dibukukan Younis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *