bdel Fattah Al-Sisi Terpilih Kembali Sebagai Presiden Mesir

Abdel Fattah Al-Sisi telah terpilih kembali sebagai Presiden Mesir setelah mengantongi 97 persen suara dalam pemilihan umum. Jumlah suara yang sama juga diraih Sisi saat terpilih empat tahun lalu namun, jumlah pemilih tahun ini menurun.

Jumlah pemilih tahun ini turun menjadi 41 persen, meski sebelumnya dikabarkan telah dilakukan upaya untuk mendatangkan sebanyak mungkin orang ke bilik suara. Sejak penghitungan awal setelah berakhirnya pemungutan suara pada hari Rabu waktu setempat, Sisi nyaris dijamin menang telak.

Pemilu Mesir 2018 hanya menampilkan dua pilihan, yakni Sisi dan Moussa Mostafa Moussa, menyusul sejumlah kandidat lainnya yang “tersingkir”. Sisi dengan tegas menyatakan ia tidak terlibat upaya penyingkiran lawan-lawan politiknya dan ia justru menginginkan ada lebih banyak kandidat yang maju.

Seperti dikutip dari telegraph.co.uk, Selasa (3/4/2018), Komisi Pemilu Mesir mengatakan, pemungutan suara diadakan sesuai dengan “standar tertinggi integritas dan transparansi internasional”.

Secara rinci, Sisi memenangkan 21,8 juta suara. Sementara rival utamanya hanya mampu meraih 1,8 juta suara.

“Menyaksikan rakyat Mesir dari seluruh lapisan masyarakat, sangat mengesankan dan menginspirasi,” kata Sisi dalam pidatonya.

Kritikus berpendapat, menurunnya jumlah pemilih merupakan kemunduran potensial bagi Sisi yang melihat pemilu ini sebagai referendum atas kepresidenannya dibanding sebuah pemilihan umum sungguhan. Jumlah pemilih pada 2014 diketahui 47 persen.

“Pemilu mengungkapkan masalah yang jelas terkait dengan partisipasi dan keengganan orang muda untuk memilih,” ungkap politisi, Mohamed Anwar Sadat. Ia merupakan salah satu kandidat yang mundur dari pencalonan menyusul intimidasi terhadap para pendukungnya.

Sementara itu, media negara menggambarkan keengganan untuk berpartisipasi dalam pemilu sebagai pengkhianatan terhadap Mesir. Sejumlah orang mengklaim, mereka ditawarkan insentif untuk memilih, yakni diberikan uang dan makanan. Namun, mereka tidak menyebutkan siapa pemberinya.

Merespons informasi tersebut, otoritas terkait mengatakan bahwa negara tidak memfasilitas pemberian insentif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *