Bersinergi, Kempora-PSSI Bentuk Liga Sepakbola Pelajar Indonesia

Keduanya ingin lembaga baru ini menjadi jembatan dalam mensinergikan Kempora dan PSSI dalam membangun pembinaan sepakbola usia muda.
Deputi III Pembudayaan Olahraga Kempora, Raden Isnanta mengatakan ke depan program pembinaan sepakbola usia muda harus dikelola bersama yang ditata secara konsepsional dan profesional. BLISPI yang baru didirikan dan sudah berbadan hukum itu akan menjadi operator pelaksana kejuaraan sepakbola usia muda dan tingkat pelajar.
Pelaksanaan kompetisi atau turnamen harus bersinergi terutama dengan PSSI. Kalau selama ini terkesan pembinaan usia muda tak terkoordinasi dengan baik, dimana antara program Kempora dan PSSI sering tak menyambung. Ke depan ini tak bisa lagi karena ujungnya adalah demi Merah Putih, kata Isnanta di Jakarta.
Penataan itu termasuk mengatur regulasi keberadaan sekolah sepakbola (SSB) yang di Indonesia sekarang ini makin menjamur. Perkembangan SSB di Tanah Air sangat pesat dan ini jelas harus ditata dengan baik. Artinya pendirian sebuah SSB harus memenuhi persyaratan dan PSSI yang lebih berkompoten dalam masalah ini.
Dikatakan salah satu persyaratan penting yang harus dipenuhi oleh sebuah SSB adalah kualifikasi pelatih. Ini penting mengingat sepakbola usia muda sangat strategis karena dari situ dan menjadi awal pembinaan dasar.
Ketua Umum PSSI, Edi menyambut baik sinergi lembaga yang dipimpinnya dapat bekerjasama dengan pemerintah mengurus sepakbola nasional kedepan. Dengan begitu mampu meningkatkan profesionalitas dan martabat seluruh insan sepakbola, menggairahkan sepakbola sebagai industri olahraga dalam menjaring pemain hebat untuk tim nasional.
Pembinaan usia muda sudah semestinya ditangani lebih serius karena ini merupakan dasar atau fondasi lahirnya calon pemain sepakbola handal ke timnas. PSSI akan bersiap diri dalam pembentukan Timnas U-15 untuk menghadapi kejuaraan sepakbola AFC Asia di Jakarta, jelasnya.
Sementara Pendiri BLISPI, Subagja Suihan menuturkan Liga Sepakbola pelajar (LSP) Piala Menpora U-14 dan U-16 menjadi kontribusi membantu PSSI dalam membina sepakbola usia muda. Saat ini pihaknya tengah menyeleksi 18 pemain inti Timnas U-15 yang dipersiapkan untuk Gothia Cup di Tiongkok, Juni mendatang.
Untuk itu BLISPI akan mendorong PSSI untuk merancang konsep bagaimana menata program, kompetisi, pelatih dan unsur pendukung. Dalam kaitan penataan ini tak lepas dari tim pemandu bakat sehingga pemain-pemain yang berlaga di kompetisi usia muda itu tidak sia-sia, ujar dia.
Untuk tim pemandu bakat ini, pihaknya akan memanfaatkan mantan pemain timnas yang sarat pengalaman diantaranya Rully Nere, Francis Wewengkang, Maman Suryaman, Elly Idris dan Denny Syamsuddin.
Kami optimis BLISPI bisa berperan aktif dalam pembangunan sepakbola usia muda ini apalagi sudah mendapat sambutan positif dari Ketua Umum PSSI. Pak Edi Rahmayadi ingin namanya dicantumkan sebagai salah satu pendiri BLISPI, tutup Subagja.

Hendro D Situmorang/CAH
Suara Pembaruan

sports-liputan6.com Liputan6.com Situs Berita Hari Ini Indonesia Menyajikan Kabar Harian Berita Terkini dan Terbaru Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga Hingga Gosip Artis Sumber: BeritaSatu