Pengamat Sepak Bola: Gusti Randa Mengada-ada

Bocoran Togel Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memutuskan untuk membekukan PSSI, Sabtu 12 April. Angoota komite eksekutif PSSI, Gusti Randa lantas menganggap pembekuan kepada PSSI oleh Kemenpora sebagai sebuah bentuk intervensi pemerintah. Jika sudah begini, Gusti takut FIFA akan segera memberi sanksi kepada persepakbolaan Indonesia. Baca juga Fahri Hamzah Didaulat jadi Presiden KA KAMMI JK Buka Kongres Pertama Keluarga Alumni KAMMI Malaysia Diberi Waktu Setahun Persiapkan Diri untuk Menjadi Ketua AACC Brandconnect Mengenal Lebih Dekat Penjara Tasmania di Hobart “Bakal ada 2.000 pesepak bola yang akan menganggur andai Indonesia disanksi oleh FIFA. Bahkan, bisa jadi penikmat sepak bola di tanah air tak akan lagi bisa menyaksikan pertandingan Liga Spanyol, Liga Inggris, atau Liga Champions jika disanksi FIFA,” kata Gusti kepada Metrotvnews.com, Sabtu (18/04/2015). Namun, ucapan Gusti justru dibantah oleh pengamat sepak bola, Bob Hippy. Mantan anggota komite eksekutif PSSI itu yakin Gusti mengatakan hal itu guna menakut-nakuti masyarakat Indonesia. “Jelas tidak ada hubungannya antara sanksi FIFA dengan hak siar serta kerja sama dengan sponsor. Gusti mengada-ada. Ia cuma mau menakut-nakuti saja,” kata Bob Hippy saat dihubungi Metrotvnews.com, Jakarta (20/04/2015). “Saya yakin mereka (PSSI) takut jika Indonesia disanksi FIFA. Kenapa? Karena mereka sedang berkuasa. Mereka tentu tidak ingin kekuasaan itu berhenti karean adanya sanksi,” tambah Bob. Banyak negara sudah pernah merasakan sanksi dari FIFA. Salah satunya negara tetangga, Brunei Darussalam pada September 2009 silam. Sanksi dijatuhkan karena intervensi pemerintah yang menghapus Federasi Sepak Bola Brunei (BAFA) dan menggantinya dengan organisasi baru (FADB). Indonesia akan menjadi negara kesembilan yang akan merasakan sanksi FIFA jika rencana itu benar-benar terjadi. (HIL)

Sumber: MetroTVNews