Sekolah Islam di Burma terbakar, 13 tewas

Image caption Burma belakangan dilanda konflik antar warga yang melibatkan komunitas Muslim dan penganut Budha. Sebuah sekolah Islam yang berada di Rangoon Burma dilaporkan terbakar dan mengakibatkan setidaknya 13 orang tewas termasuk diantaranya sejumlah anak-anak. Seorang pejabat polisi mengatakan kebakaran diakibatkan oleh api yang muncul dari aliran listrik yang mengalami gangguan. Dia menepis anggapan yang menyebut bahwa kebakaran ini diakibatkan oleh tindakan kejahatan seseorang. Laporan menyebutkan sejumlah anak-anak yang berhasil menyelmatkan diri dari kebakaran itu berada dalam kondisi aman. Peristiwa kebakaran ini terjadi ditengah ketegangan hubungan antara komunitas Muslim dan penganut Budha yang terus meningkat. Dekat Masjid Pertikaian diantara kedua komunitas itu telah mengakibatkan sedikitnya empat puluh orang tewas dan pihak keamanan juga telah memberlakukan jam malam di sejumlah daerah di negara itu. Juru Bicara Kepolisian Burma, Thet Lwin kepada kantor berita AP mengatakan bangunan sekolah yang terbakar itu terdiri dari dua lantai dan merupakan bagian dari sebuah Masjid di Rangoon. Bangunan itu juga menjadi tempat penampungan untuk 75 anak-anak yatim piatu. Mereka yang selamat dalam kebakaran tersebut umumnya berhasil lari keluar setelah pintu berhasil dibuka oleh polisi. Petugas pemadam kebakaran belakangan berhasil memadamkan api dan akibat peristiwa tersebut gedung sekolah mengalami kerusakan parah. Berbagi berita ini Tentang berbagi Email Facebook Messenger Messenger Twitter LinkedIn WhatsApp Line div class=”share__back-to-top ghost-column””> Kembali ke atas Berita terkait Kekerasan komunal menyebar di Burma 27 Maret 2013 Kekhawatiran atas konflik Buddha-Muslim di Burma 26 Maret 2013 Kerusuhan di Burma, masjid dirusak 25 Maret 2013 Jumlah korban kekerasan sektarian Burma bertambah 22 Maret 2013 Bentrokan Muslim-Buddha kembali pecah di Burma 21 Maret 2013 Suu Kyi hadiri parade militer pertama 27 Maret 2013 Suu Kyi mendesak tambang kontroversial diterima 13 Maret 2013 Berita Dunia lain

Sumber: BBC Indonesia