Bukti Makanan Ber-MSG Tidak Selalu Buruk

Citarasa gurih (umami) yang bersumber dari MSG baik untuk kesehatan para lansia. Karena penggunaan bumbu penyedap di setiap masakan memiliki korelasi antara kualitas citarasa, konsumsi gizi, dan tingkat kesehatan.

Seperti yang dijelaskan Ahli Teknologi Pangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Purwiyatno Hariyadi bahwa citarasa yang kuat dapat memberi nilai kenikmatan pada lansia yang butuh asupan gizi lebih.

“Hasil riset menyebutkan ketika seseorang mengonsumsi makanan dengan citarasa yang baik, nafsu makan akan bertambah. Ini bagus untuk lansia maupun orang yang sedang sakit,” kata Purwiyatno dalam sebuah diskusi yang diadakan PT Ajinomoto Indonesia belum lama ini.

Penggunaan MSG

Kualitas citarasa ini penting karena nilai gizi dan energi, termasuk nilai fungsional produk pangan, baru akan bermakna ketika produk pangan tersebut dikonsumsi dan dicerna oleh tubuh.

Riset itu dilakukan, kata Prof Pur, dengan mengukur mimik para lansia yang sedang berada di rumah sakit. Ketika para lansia tersebut dikasih makanan tanpa citarasa gurih, mimik tidak senang yang mereka perlihatkan. Sisa makanan pun banyak.

“Begitu dikasih sedikit MSG mimiknya happy dan sisa makanannya lebih sedikit,” kata Pur.

Ini menjadi penting karena orang yang sakit, apalagi dia adalah lansia, butuh asupan gizi yang cukup. Agar obat yang masuk ke tubuh mereka pun bekerja maksimal.

Gunakan MSG Secukupnya

Meski baik, bukan berarti penggunaan MSG guna menciptakan rasa gurih pada makanan jadi berlebihan. Tetap dalam ukuran yang wajar. “Dengan begitu tubuh benar-benar mendapatkan asupan yang cukup dan sehat,”

Merasa tidak sehat jika menggunakan MSG berupa bumbu penyedap, Anda bisa menggantinya dengan beberapa bahan makanan yang ada di sekitar seperti ayam, daging sapi, atau ikan yang dibuat menjadi kaldu.

Bisa juga citarasa gurih itu diperoleh dari udang, terasi, santan kelapa, tomat, jamur, dan keju.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *