Begini Ritual Mudik Aman ala Rifat Sungkar

Daftar Sbobet Jakarta, Otomania –Mudik merupakan tradisi pulang ke kampung halaman untuk bertemu dan berkumpul bersama kerabat terdekat. Ritual mudik biasanya akan diwarnai dengan kemacetan panjang selama perjalanan, karena meningkatnya volume kendaraan ke arah yang sama. Berbagai macam transportasi, baik umum maupun pribadi, dipercaya oleh pemudik sebagai sarana untuk bisa mencapai kampung halaman tujuan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.Tidak menutup kemungkinan, banyak sekali kecelakaan bermotor yang terjadi pada saat arus mudik berlangsung. “Perjalanan yang baik selalu dilakukan dengan manajemen perjalanan yang baik. Maka dari itu, ada beberapa hal yang patut diperhatikan terkait keselamatan mengemudi jelang musim mudik Lebaran kali ini,” ujar Rifat Sungkar, Direktur Rifat Drive Labs dalam keterangan resmi yang diterima Otomania , Rabu (29/6/2016). Menurut Rifat, para pemudik perlu memastikan perjalanan berlangsung dalam waktu yang tidak terlalu ketat terkait jadwal libur. Pastikan dalam kondisi sehat, baik fisik maupun mental. Pemudik juga harus melengkapi dirinya dengan SIM dan STNK aktif dan sertakan pula dokumen lain seperti KTP dan asuransi pribadi maupun kendaraan. Selanjutnya, pemudik perlu survei untuk mengetahui dan menentukan rute aman selama perjalanan. Hindari melakukan perjalanan pada malam hari. Pada siang hari setiap fasilitas atau sarana darurat masih mudah diakses, seperti bengkel, rumah sakit, kantor polisi, dan rumah makan. Pemudik juga diimbau untuk menyimpan nomor-nomor penting seperti kerabat atau keluarga, polisi, rumah sakit, hingga bengkel darurat. Ajak pula pengendara pengganti agar terhindar dari rasa lelah yang berlebihan. Idealnya, perjalanan dilakukan maksimal sepuluh jam dalam satu hari dan sudah termasuk masa istirahat selama perjalanan. Setiap dua jam perjalanan, lakukan rehat selama 10 – 15 menit dan lakukan secara berkala setiap dua jam sepanjang perjalanan. Selain itu, asupan makanan atau minuman yang sehat dan proporsional perlu diperhatikan, terlebih jika masih melakukan ibadah puasa selama perjalanan. Pastikan kendaraan dalam keadaan sehat dengan melakukan servis rutin, termasuk mengecek fungsi-fungsi yang ada pada setiap kendaraan seperti pelumas, rem, ban, lampu, dan lain-lain. Pemudik juga harus selalu taat terhadap rambu-rambu serta petunjuk jalan yang telah berlaku. Jangan lalai untuk selalu menjaga batas kecepatan dan jarak aman dengan kendaraan lain terkait manuver darurat dari pengendara lain yang mungkin saja terjadi. Alangkah baiknya jika sebelum melakukan perjalanan, pengendara mengenali dengan baik jenis transmisi kendaraan yang dipakai sehingga dapat dioperasikan secara optimal. Tak lupa agar pemudik juga belajar untuk bersikap sabar serta antisipatif dalam menyikapi dinamika perjalanan mulai dari cuaca hingga kemacetan lalu lintas.

Sumber: Otomania.com