Disiapkan Enam Jaksa Senior Tangani Kasus Bambang Widjajanto

JAKARTA (Pos Kota) – Kejaksaan Agung telah menerima SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) dari Mabes Polri tentang dimulainya penyidikan kasus dugaan mengarahkan saksi, untuk memberikan keterangan palsu, dengan tersangka Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW). “Kita sudah terima SPDP dari Mabes Polri untuk tersangka BW,” kata Kapuspenkum Tony Tribagus Spontana kepada wartawan, di Kejagung, Senin (26/1) Menurut Tony, SPDP diterima, Jumat (23/1) sore beberapa jam setelah penangkapan BW oleh puluhan petugas dari Badan Reserse Kriminal (Barerskrim) Mabes Polri, di Cimanggis, Depok, Jabar, Jumat pagi sekitar, pukul 07. 30 WIB. “SPDP itu selanjutnya ditindaklanjuti oleh pimpinan di Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum), dengan membentuk tim jaksa peneliti (P 16), guna meneliti berkas BW setelah pelimpahan tahap pertama,” terang Tony. Pemberian SPDP oleh penyidik, yang memulai penyidikan suatu perkara diatur dalam pasal 109 ayat 1 Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Namun dalam KUHAP tidak diatur tentang berapa lama penyerahan SPDP ke penuntut umum. Tony menambahkan dalam upaya menindaklanjuti SPDP telah disiapkan enam jaksa senior berpengalaman, sebagai tim jaksa peniliti. “Perkara ini akan ditangani oleh Direktorat Keamanan Negara dan Ketertiban Umum pada Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum). HITUNGAN JAM Penetapan BW sebagai tersangka, dalam kapasitas sebagai pengacara Ujang Iskandar dalam proses peradilan di Mahkamah Konstutusi (MK) terhitung amat dan dan sangat cepat alias hanya dalam hitungan jam, setelah Bareskrim menerima Sugianto Sabran (mantan anggota DPR RI dari F-PDIP), Senin (19/1). Satu hari kemudian, BW dijadikan tersangka sangkaan pasal 242 KUHAP junto pasal 55. “Laporan diterima, tanggal 19 Januari. Ditetapkan sebagai tersangka, 20 Januari. SPDP diterima oleh Kejaksaan, Senin (23/1). Sabran adalah kompetitor Ujang dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, 2010. Sabran sempat dimenangkan oleh KPUD setempat, tapi karena syarat politik uang digugat ke MK dan dimenangkan oleh Ujang. (ahi)

Sumber: PoskotaNews