Guardiola Kembali Keluhkan Kejamnya Jadwal Premier League

Manajer Manchester City, Pep Guardiola, mulai gerah dengan jadwal Premier League di musim dingin. Menurut Guardiola, otoritas Premier League sudah seharusnya memikirkan lebih matang penetapan jadwal laga di periode natal dan tahun baru.

Di Inggris, menggelar pertandingan selama periode natal dan tahun baru bukanlah hal yang aneh. Bahkan, jadwal laga terbilang lebih padat.

Setidaknya, setiap tim hanya memiliki waktu istirahat selama dua atau tiga hari saja. Tak jarang banyak pemain cedera akibat beban kerjanya yang terlalu tinggi.

“Bisa-bisa kami bunuh pemain. Federasi, bos, harus berpikir ulang. Bukan hal yang normal bermain pada 31 Desember, lalu hanya dapat istirahat dua hari,” kecam Guardiola dilansir Daily Mirror.

“Saya paham pertunjukan harus berjalan terus. Tak ada maksud pula untuk mengganti Boxing Day karena memang ini tradisi menarik. Tapi, jadwalnya tak melindungi pemain. Ingat, ini bukan basket atau tenis. Kalian tak bisa main dua kali dalam tiga hari,” lanjut dia.

ManCity menjadi salah satu korban dari kejamnya jadwal Premier League. Selama periode natal dan tahun baru, sudah ada dua pemain yang masuk ruang perawatan, Gabriel Jesus dan Kevin De Bruyne.

Cedera Jesus yang paling parah. Dia mengalami masalah pada lututnya. Guardiola menyatakan Jesus bakal absen empat hingga enam pekan, bahkan bisa lebih. Satu pemain ManCity berpotensi bergabung dengan Jesus dan De Bruyne.

Dia adalah Kyle Walker, yang tumbang saat ManCity menang atas Watford. Belum diketahui bagaimana kondisi terkini Walker.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *