Ini Panduan Lengkap Isi SPT Pajak 1770 S Pakai E-Filing

Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak terus mengimbau kepada Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP) untuk segera melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Tahun 2017 dengan tenggat waktu sampai 31 Maret 2018.

WP dapat menyampaikan SPT Pajak secara online atau e-Filing, sehingga lebih mudah dan cepat tanpa perlu datang ke kantor Ditjen Pajak.

Jakarta, Senin (12/3/2018), akan menjelaskan panduan isi SPT online melalui e-Filing dengan formulir 1770 S. Formulir 1770 S diperuntukkan bagi WP OP yang memiliki penghasilan lebih dari Rp 60 juta per tahun dari satu atau lebih pemberi kerja, dari dalam negeri lainnya, dan dikenakan PPh Final atau bersifat final.

Namun sebelum melangkah ke panduan pengisian e-Filing melalui formulir 1770 S, WP perlu menyiapkan data-data pendukung, antara lain:

1. Formulir bukti potong 1721 A1 untuk pegawai swasta atau A2 untuk pegawai negeri yang telah diberikan oleh pemberi kerja

2. Formulir bukti potong 1721 VII untuk pemotongan PPh pasal 21 yang bersifat final

3. Formulir bukti potong PPh pasal 23 untuk penghasilan dari sewa selain tanah dan bangunan

4. Formulir bukti potong PPh pasal 4 ayat 2 untuk sewa tanah dan bangunan

5. Daftar penghasilan

6. Bukti kepemilikan harta, seperti buku tabungan, sertifikat tanah atau bangunan

6. Daftar utang seperti rekening utang

7. Daftar tanggungan keluarga;

8. Bukti pembayaran zakat atau sumbangan lainnya

9. dan dokumen untuk pelaporan SPT Pajak 1770 S melalui e-Filing lainnya.

Panduan Awal

Untuk memulainya, Anda bisa mengikuti langkah ini:

1. Buka situs djponline.pajak.go.id.

2. Masukkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan password yang Anda buat saat pendaftaran di akun DJP Online

3. Lalu klik login

4. Pilih Layanan: e-Filing

5 Pilih buat SPT

6. Ikuti panduan yang diberikan, termasuk yang berbentuk pertanyaan.

7. Akan muncul pertanyaan

– Apakah Anda menjalankan usaha atau pekerjaan bebas?

Apabila Anda akan menggunakan SPT 1770 S, maka Anda mengklik tombol tidak

– .Apakah Anda seorang suami atau istri yang menjalankan kewajiban perpajakan terpisah atau pisah harta?

Apabila Anda seorang suami atau istri yang tidak menjalankan kewajiban perpajakan terpisah atau pisah harta, maka Anda mengklik tombol tidak

– Apakah penghasilan bruto yang Anda peroleh selama setahun kurang dari 60 juta rupiah?

Apabila penghasilan Anda lebih dari Rp 60 juta, maka Anda mengklik tidak.

– Anda dapat menggunakan formulir 1770 S, pilihlah form yang akan digunakan?

Kami menyarankan Anda menggunakan SPT 1770 S dengan panduan. Lalu klik tombol SPT 1770 S Dengan Panduan.

 

2 dari 23 halaman

Tahap 2

Memulai langkah pengisian SPT, Anda bisa mengisi data formulir:

1. Masukkan tahun pajak 2017

2. Pilih status SPT Normal jika Anda baru pertama kali lapor untuk tahun pajak 2017

3. Klik tombol langkah berikutnya

 

3 dari 23 halaman

Tahap 3

Isikan daftar pemotongan atau pemungutan PPh oleh pihak lain atau PPh yang ditanggung pemerintah dengan mengklik tombol tambah. Maka akan muncul tampilan yang meminta untuk diisi NPWP, Nomor bukti pemotongan atau pemungutan, tanggal bukti pemotongan atau pemungutan, jumlah yang dipotong atau dipungut.

Untuk mengisi kolom-kolom ini, siapkan bukti potong yang sudah Anda kumpulkan.

 

Kami menyarankan Anda menggunakan SPT 1770 S dengan panduan. Lalu klik tombol SPT 1770 S Dengan Panduan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *