Jangan Sampai Salah Langkah Jika Beli Rumah

Percaya dengan Janji-janji Lisan

Proses jual-beli rumah bisa jadi sebagai transaksi terbesar dalam hidup Anda. Jadi, jangan sekali-kali percaya dengan janji yang diberikan penjual secara lisan. Semua harus tertulis dan ditandatangani kedua belah pihak, dan jika perlu dibubuhkan materai.

Sekalipun perjanjiannya seputar hal-hal kecil, seperti pihak penjual rumah atau marketingnya menjanjikan akan memberikan kanopi atau AC sebagai bonus, sebaiknya dituliskan dalam akta jual-beli. Jika Anda menganggap tidak terlalu penting, minimal rekam seluruh pembicaraan yang berisi perjanjian.

Tidak Menyiapkan Biaya Tak Terduga

Jangan lupa, saat membeli rumah ada beberapa pengeluaran lain yang dananya harus Anda siapkan dan perhitungkan seperti bea materai, biaya aplikasi, biaya legal, dan beberapa pajak lain.

Untuk itu, hitung dengan cermat seluruh pengeluaran untuk membeli rumah, dan sesuaikan dengan kondisi keuangan. Anda dapat menanyakan kepada agen properti atau pengembang untuk mengetahui biaya-biaya tambahan tersebut.

Mau nyicil KPR rumah berapa lama? Simak panduannya.

Asuransi properti memang tampak sepele, tapi baru terasa manfaatnya saat terjadi bencana seperti kebakaran atau hancur akibat bencana alam. Asuransi properti memiliki banyak manfaat, antara lain mengganti kerugian akibat rumah terbakar, tersambar petir, banjir, pencurian, dan sebagainya.

Tapi jika Anda beli rumah melalui fasilitas KPR maka otomatis akan diasuransikan karena sifatnya memang wajib guna mengantisipasi segala hal yang tidak diinginkan. Lain soal jika Anda membeli rumah bekas, biasanya asuransi harus diurus sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *