Kebingungan Cari Pengganti Kante dan Habiskan Rp553 Miliar, Berujung ke Pemecatan Ranieri

Salah satu alasannya karena dua bintang The Foxes julukan Leicester musim lalu yakni Jamie Vardy dan Riyad Mahrez tampil melempem di Liga Inggris 2016-2017.
Selain dua nama di atas, ada alasan lagi mengapa Si Rubah tampil minor. Ya, kepergian NGolo Kante ke Chelsea pada bursa transfer musim panas 2016 bisa dibilang menjadi alasan merosotnya performa kampiun Liga Inggris 2015-2016.
Sepanjang musim lalu, Kante menjadi benteng pertahanan serta motor serangan Leicester. Daya jelajahnya yang tinggi membuat lini tengah Leicester terlihat kuat. Sepanjang Liga Inggris 2015-2016, Kante tampil di 37 pertandingan dengan raihan satu gol dan tiga assist.
Akan tetapi, permainan memikat membuat Kante menjadi incaran klub-klub besar Eropa. Menyadari hal itu, Leicester langsung mendatangkan pemain yang diproyeksikan menggantikan Kante pada bursa transfer Januari 2016. Sosok itu ialah Daniel Amartey yang didatangkan Leicester dari FC Copenhagen.
Setelah musim 2015-2016 berakhir, Kante memutuskan hengkang ke Chelsea biaya transfer 30 juta pounds atau sekira Rp502 miliar. Melihat Amartey tak cukup layak, Leicester mendatangkan Nempalys Mendy dari OGC Nice pada bursa transfer musim panas 2016.
Namun, Mendy justru terkena cedera dan baru tampil empat kali musim. Karena itu pada bursa transfer Januari 2017, Ranieri mendatangkan Wilfried Ndidi dari KRC Genk. Namun, di lima laga Liga Inggris yang dimainkan Ndidi, Leicester selalu kalah!
Karena itu, investasi total 33 juta pounds (Rp553 miliar) untuk mendatangkan tiga nama di atas seakan sisa. Harga tersebut sudah melebihi nilai transfer yang dikeluarkan Chelsea saat mendatangkan Kante. Karena itu, Leicester rugi besar telah melepas Kante dan berujung pemecatan Claudio Ranieri pada Jumat (24/2/2017) dini hari WIB.

sports-liputan6.com keluaran sgp hari ini Sumber: Okezone