Fahri: Kejagung Tak Perlu Ragu Eksekusi Mary Jane

Live Draw Sgp Jakarta – Presiden Filipina Rodrigo Roa Duterte menyerahkan nasib terpidana mati warga negara Filipina, Mary Jane Veloso kepada proses hukum di Indonesia. Hal ini dinilai merupakan suatu kewajaran sebab, Duterte tengah gencar-gencarnya menindak penyalahgunaan narkoba. Menurut Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, mustahil Duterte meminta Mary Jane diselamatkan dari eksekusi mati. “Dia (Duterte) sudah perang (dengan narkoba). Sudah tahan ribuan orang di negaranya enggak mungkin di sini membiarkan,” kata Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (13/9). Dia menyatakan, Kejaksaan Agung (Kejagung) kini tak perlu ragu untuk segera mengeksekusi Mary Jane. “Kalau sudah jelas, ya eksekusi lah. Supaya orang enggak menunggu-nunggu tidak jelas nasibnya,” tegas dia. Sebelumnya, pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Presiden Filipina Rodrigo Roa Duterte ternyata sempat membahas mengenai Mary Jane. Pertemuan itu berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (/9). “Sudah saya sampaikan mengenai Mary Jane. Saya bercerita bahwa Mary Jane membawa 2,6 kg heroin, dan saya bercerita mengenai penundaan eksekusi yang kemarin,” kata Presiden usai salat Idul Adha 1437 H di Masjid Agung At-Tsauroh, Serang, Banten, Senin (12/9). Menurut Jokowi, Duterte mempersilakan apabila Mary Jane memang akan dieksekusi mati. “Presiden Duterte saat itu menyampaikan silakan kalau mau dieksekusi,” ujarnya. Sekadar diketahui, eksekusi mati terhadap Mary Jane tertunda akibat proses hukum di Filipina. Mary Jane disebut-sebut hanya korban peredaran narkoba. Mary Jane ditangkap di Bandara Adisucipto, Daerah Istimewa Yogyakarta pada April 2010. Saat itu, Mary Jane membawa 2,6 kilogram heroin. Mary Jane pernah menjelaskan bahwa narkoba itu dijahit di kopernya tanpa sepengetahuannya. Mary Jane terus menolak disebut bersalah. Permohonan grasi Mary Jane bersama 11 nama terpidana mati, ditolak Jokowi melalui Keputusan Presiden (Keppres) pada 30 Desember 2014. Namun akhirnya, nama Mary Jane tidak masuk dalam daftar eksekusi. Carlos KY Paath/WBP Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu