Mantan Pelatih Persegres Akui Tiga Kali Alami Match Fixing

Live Draw Sgp Metrotvnews.com, Jakarta: Terkait adanya praktik match fixing, senada dengan Gunawan, mantan pelatih Persegres Gresik Agus Yuwono juga mengamini adanya praktik kotor tersebut di kompetisi sepak bola Liga Indonesia. (Klik juga Saksi Kunci Kasus Suap Beberkan Nama yang Diduga Bandar Judi). Agus menyampaikan bahwa dirinya sempat tiga kali mengalami pengaturan skor. Hal tersebut diungkapkannya saat jumpa pers di sebuah restoran di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, Rabu 17 Juni malam. Baca juga Terlibat Suap, FIFA Hukum Presiden Sepak Bola Nepal dan Laos Komdis PSSI Resmi Jatuhkan Sanksi kepada Empat Tersangka Kasus Suap Bongkar Skandal “Sepak Bola Gajah”, 4 Pemain PSS Dipanggil Komdis PSSI Brandconnect Mengenal Lebih Dekat Penjara Tasmania di Hobart “Selama saya di sepak bola, tiga kali saya mengalami pengaturan skor. Pada 2012 saat di Persidafon saya ditawarkan nilai Rp150 juta dan minta skor 3-0 atau 3-1 sehari sebelum melawan Persiwa Wamena,” tutur Agus. “Sebelum pertandingan saya masih dihubungi bandar yang meminta menang dan ditambah uangnya jadi Rp250 juta. Saya sampaikan main normal saja. Tapi setelah pertandingan skornya sama seperti yang diinginkan bandar menang 3-0,” terang Agus mengakui. Pada 2014, hal yang sama kembali terjadi. Saat itu Agus melatih Persegres Gresik. Agus mengaku dua kali mengalami percobaan pengaturan skor. “Saat mau melawan Persik Kediri dikasih Rp200 juta asal mengikuti bandar. Saya nggak mau, saya mau menang di pertandingan pertama di kandang. Namun, hasilnya sesuai keinginan bandar skor akhir 1-1,” kisahnya. “Laga kedua saat lawan Barito Putra saya dihubungi lagi. Tawaran sama Rp200 juta asal mengikuti bandar. Saat itu hasilnya juga sama sesuai kemauan bandar yakni 2-2. Saya menyadari ternyata ada pengaturan dan sebagainya,” lanjut Agus. Agus pun mengakui kala itu dirinya dilarang mendampingi tim asuhannya bermain. Ia dilarang berdiri di samping lapangan untuk memberikan instruksi pemainnya. “Selama di Persegres, saya dilarang berdiri di pinggir lapangan. Saya hanya diperbolehkan duduk di bench. Hanya asisten pelatih yang boleh di pinggir lapangan,” pungkasnya. (RIZ)

Sumber: MetroTVNews