Pengelolaan Limbah Radioaktif Perlu Kehati-hatian

Live Draw Sgp Jakarta- Limbah radioaktif tidak boleh sedikit pun terlepas dan mencemari lingkungan. Sebab selain bisa merusak biota, juga berdampak jangka panjang mengancam kesehatan manusia. Kepala Program Studi Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia Tri Edhi Budhi Soesilo mengatakan, dampak paparan limbah radioaktif ke organ tubuh berbeda-beda, ada yang menyerang tulang atau syaraf. Gejalanya pun beragam dan dampak itu baru muncul tahunan hingga puluhan tahun kemudian. “Sekecil apa pun limbahnya ya bahaya. Oleh karena itu perlu prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya,” katanya di sela-sela Seminar Teknologi Pengelolaan Limbah XIV di Jakarta, Rabu (5/9). Tri menjelaskan, kasus Bhopal dan Chernobyl sampai hari ini masih berdampak, antara lain kerusakan sumsum tulang dan kejadian leukimia. “Limbah radioaktif akan mencemari rantai makanan dan ketika dikonsumsi manusia juga akan berdampak buruk,” kata dia. Menurut dia, salah satu kekhawatiran masyarakat terhadap penggunaan bahan bertenaga nuklir adalah limbah radioaktif. Limbah radioaktif dihasilkan dari berbagai aktivitas sejak penambangan di alam, pengolahan hingga penggunaannya untuk berbagai tujuan. Di Indonesia, limbah radioaktif dihasilkan dari aktivitas penelitian, pengembangan (litbang) dan pemanfaatan bahan nuklir yang dilakukan di Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dan lembaga litbang lainnya, industri pertambangan, industri baja, industri kimia, industri farmasi, industri kosmetik dan kegiatan di rumah sakit terkait pemeriksaan medis dan terapi penyakit. Jumlah pemegang izin penggunaan unsur radioaktif dan izin pengoperasian instalasi nuklir di Indonesia saat ini sudah mencapai 15.000. Seluruh pemegang izin tersebut berpotensi menghasilkan limbah radioaktif. Limbah yang tidak diolah dan dibuang sembarangan akan menyebabkan kontaminasi atau pencemaran terhadap pekerja, lingkungan dan masyarakat yang berada di sekitarnya. Kepala Batan Djarot Sulistio Wisnubroto mengatakan, pengelolaan limbah radioaktif sebaiknya tidak tersentralisir di Batan. “Jika kelak memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir harus ada kerja sama pengelolaan limbah radioaktif,” katanya. Saat ini lanjutnya, fasilitas instalasi pengelolaan limbah radioaktif Batan disebut-sebut terbaik di Asia Tenggara. Sementara itu dalam pengawasan pemanfaatan nuklir dan pengelolaan limbah radioaktif menjadi peran Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten). Ari Supriyanti Rikin/WBP Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu