Merangkum Keindahan Lombok Lewat Samsung Galaxy S9

Sejak diperkenalkan di Mobile World Congress (MWC) 2018, Samsung Galaxy S9 dan Galaxy S9 Plus langsung menarik perhatian publik. Hal itu bukannya tanpa alasan mengingat penerus Galaxy S8 ini hadir dengan sejumlah pembaruan.

Salah satu fitur yang paling menonjol dari duo Galaxy S9 adalah kameranya. Samsung telah membenamkan fitur dual aperture yang disebut dapat bekerja layaknya mata.

Dual aperture yang dimaksud di Galaxy S9 sendiri adalah f/1.5 dan f/2.4. Masing-masing apertureberfungsi untuk menangkap gambar dalam kondisi pencahayaan berbeda.

Selain itu, duo Samsung Galaxy S9 juga hadir dengan fitur perekaman video super slow-motion. Fitur ini mampu merekam video gerakan super lambat 960 frame per second (fps) dengan resolusi 720 piksel.

“Di Galaxy S9, kami fokus ke kamera karena berdasarkan studi internal di Indonesia dan hasilnya kamera menjadi salah satu fitur penting,” tutur Product Marketing Samsung Electronics Indonesia Irfan Rinaldi.

pun berkesempatan untuk menjajal dua fitur kamera duo Galaxy S9 itu di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Sebagai awalan, kami menjajal kemampuan perekeman video super slow-mo.

Ada dua modus pengaturan yang diberikan di Galaxy S9 untuk modus video super slow-mo ini, yakni Auto dan Manual. Jadi, pengguna dapat menyesuaikan pengambilan gambar tergantung kebutuhan.

Sesuai namanya, dengan modus manual, pengguna dapat menentukan bagian video yang akan diberi efek super lambat. Sementara untuk modus Auto, pengguna tinggal menentukan objek atau bagian frame yang ingin dijadikan fokus dan kamera akan otomatis melakukan perekaman saat ada pergerakan.

“Keduanya dapat dengan mudah digunakan untuk menciptakan momen epik dengan fitur super slow motion. Namun, untuk modus manual, penempatan waktu atau timing harus tepat, terutama untuk mengetahui waktu terjadinya momen,” tutur fotografer profesional dan pendiri Axioo photography David Soong.

Saat kami mencoba langsung fitur super slow motion, harus diakui membutuhkan waktu untuk dapat menguasainya. Kami mencoba fitur ini untuk menangkap beberapa momen berbeda. Bagi kamu yang penasaran, berikut ini ada beberapa hasilnya.

Hasil Video Super Slow Mo

Kemampuan Dual Aperture

Seperti yang disebutkan sebelumnya, kamera Galaxy S9 memiliki dual aperture, yakni f/1.5 dan f/2.4. Menurut David, dalam pengaturan manual, aperture f/1.5 akan aktif saat berada dalam ruangan atau kondisi low light, sedangkan f/2.4 dimanfaatkan saat siang hari di luar ruangan.

Ketika berada di Lombok, kami pun sempat menjajal fitur ini untuk menangkap gambar di Bukit Merese, Lombok. Kami mencoba fitur ini sebelum matahari akan tenggelam.

Untuk mengetahui seperti apa hasil tangkapan gambar dari Galaxy S9 saat itu, berikut ini ada beberapa hasil tangkapan Galaxy S9 dalam keadaan low-light.

Hasil Tangkapan Gambar Low Light

Bagaimana hasilnya, menurutmu? Nah, untuk kamu yang masih penasaran dengan kemampuan lain dari Galaxy S9, tunggu ulasan lengkapnya di Tekno Liputan6.com.

Spesifikasi dan Harga Galaxy S9 dan Galaxy S9 Plus

Untuk spesifikasi, duo Galaxy S9 melenggang dengan dukungan Exynos 9810. Sementara untuk memori penyimpanan dan RAM, Samsung menawarkan beberapa pilihan.

Galaxy S9 dengan RAM 4GB dan memori 64GB dibanderol Rp 11.499.000. Untuk Galaxy S9+ varian 6GB dan memori 64GB dijual Rp 12.999.000, sedangkan varian RAM 6GB dan memori 256GB dihargai Rp 14.499.000.

Samsung juga menyediakan varian Galaxy S9 Plus dengan memori internal 128GB yang dijual Rp 13.499.000. Karena tak memiliki tombol Home, Samsung menghadirkan fitur keamanan fingerprint scanner di bodi belakangnya.

Penempatannya pun berbeda dengan fingerprint pada Galaxy S8. Pada Galaxy S9, fingerprint scanner ditempatkan di bawah kamera utama. Sementara, fitur keamanan lainnya masih sama dengan Galaxy S8, yakni pemindai wajah dan iris scanner.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *