Misteri Identitas Korban Teror 9/11 Terkuak Setelah 16 Tahun

Sebanyak 2.753 orang tewas di Ground Zero pada hari itu, 11 September 2001. Ledakan akibat tubrukan dua pesawat ke menara kembar World Trade Centre (WTC), api yang berkobar, baja yang leleh, serta puingpuing yang ambrol memerangkap jasad sebagian korban.

Saat ditemukan, mereka tak lagi utuh, hanya menyisakan fragmen yang sulit diidentifikasi, akibat efek panas, bakteri, dan kontaminasi bahanbahan kimia, termasuk dari bahan bakar pesawat.

Belakangan, 16 tahun kemudian, teknologi DNA terbaru menguak identitas jasad seorang pria korban serangan teror 9/11.

Seperti dikutip dari BBC, Selasa (8/7/2017), pria tersebut menjadi korban ke1.641 yang berhasil diidentifikasi, dari 2.753 manusia yang tewas di Ground Zero, dalam rangkaian serangan teror terbesar yang pernah melanda Amerika Serikat.

Atas permintaan anggota keluarganya, nama korban tidak dipublikasikan, demikian menurut pihak Office of the Chief Medical Examiner, yang menguji ulang DNA dari fragmen jenazah yang didapatkan pada 2001 itu.

Hampir 22 ribu sampel dari bagian tubuh manusia yang didapatkan di Ground Zero yang diuji berulang kali sejak 2001, sebagai upaya untuk mengidentifikasi korban.

Sejauh ini masih ada 1.112 atau sekitar 40 persen jasad korban tewas yang belum diidentifikasi hampir 16 tahun setelah serangan teror 9/11 terjadi.

Sementara, sekitar 100 korban dilaporkan tak punya anggota keluarga yang masih hidup, yang bisa berpartisipasi dalam proses identifikasi. Padahal, para ilmuwan harus mencocokkan DNA korban dengan kerabatnya yang sedarah.

Teknik terbaru, dengan menggunakan DNA yang disarikan dari fragmen tulang, digabungkan dengan teknologi pengujian yang lebih sensitif memberikan harapan bagi pengungkapan identitas korban 9/11.

“Pekerjaan yang sedang kami lakukan sangat penting untuk menguak identitas korban. Kami bertekad memberikan jawaban pasti pada keluarga yang mengalami kehilangan luar biasa,” kata Dr. Barbara Sampson dari Office of the Chief Medical Examiner New York pada kepada Times.

Pengungkapan identitas terakhir dilakukan pada Maret 2015 lalu, atas fragmen jenazah yang dipastikan menjadi milik Matthew Yarnell.

Menurut New York Daily News, pria yang saat kejadian teror 9/11 berusia 26 tahun itu bekerja di Fiduciary Trust Company International. Ia tak mampu melarikan diri saat menara kembar yang menjulang tibatiba runtuh.

Penampakan Hantu

Dua pesawat yang ditabrakkan ke menara WTC di New York City, satu kapal terbang yang ditubrukkan ke Pentagon di Virginia dan satu lagi di Pennsylvania, menewaskan hampir 3.000 nyawa dan melukai ribuan lainnya.

Konon, sejumlah orang mengaku melihat arwaharwah korban di dalam lokasi kejadian , terutama di bekas lokasi menara WTC.

Salah satu kisah datang dari seorang mantan petugas Kepolisian New York (NYPD), Letnan Frank Marra.

Ia mengaku melihat sosok perempuan keturunan Afrika berseragam layaknya petugas Palang Merah saat Perang Dunia II sedang memegang baki berisi sandwich.

“Aku kira dia hanya mencoba membantu kami, menjadi responden pertama,” tulis Marra dalam bukunya yang berjudul From Landfill to Hallowed Ground.

Sosok itu diduga tak kasat mata.

Sejumlah video yang merekam kondisi pascaserangan teror di WTC menghebohkan dunia maya. Situasi kerusakan parah, penampakan terakhir para korban teror sebelum hidup mereka terenggut seiring rubuhnya Menara Kembar, kepulan asap yang mirip dengan wajah iblis, atau rubuhnya gedung ketiga WTC 7 yang diduga akibat diledakkan.

Juga ada rekaman sosok putih melayang dari puingpuing World Trade Center. Dikutip dari Mirror, video itu diambil beberapa hari setelah peristiwa 11 September 2001 terjadi.

Beberapa orang menganggap, itu arwah korban teror 9/11 masih bergentayangan di lokasi kejadian. Bahkan di antara mereka mengaku pernah melihat penampakan itu.