Misteri Penyebab Patah Tulang Rusuk Mantan Wakapolda Sumut

Kepolisian memastikan penyebab tewasnya mantan Wakapolda Sumut, Kombes Pol (Purn) Agus Samad. Enam tulang rusuk sisi kiri yang patah menembus ke jantung membuat korban tewas di rumahnya di Bukit Dieng Permai Blok MB/9 ,Kota Malang, Jawa Timur.

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Frans Barung Manurung mengatakan, kepolisian masih harus meneliti penyebab patahnya tulang rusuk yang membuat mantan Wakapolda Sumut itu tewas di lokasi kejadian.

“Sebab kematiannya sudah diketahui. Tapi itu dikarenakan bunuh diri atau dibunuh, kami masih menunggu beberapa bukti lagi dari Mabes Polri,” kata Frans dikonfirmasi di Malang, Jumat, 2 Maret 2018.

Patah tulang rusuk itu diketahui dari hasil pemeriksaan tim medis pada tubuh korban beberapa hari lalu. Tapi, apakah patah tulang itu akibat dihantam seseorang atau korban jatuh dari lantai tiga tetap menjadi misteri.

Kepolisian termasuk tim Forensik Mabes Polri sudah beberapa kali memeriksa tempat kejadian perkara (TKP). Namun, sejauh ini, belum ada hasil yang memuaskan dan tetap kesulitan mencari bukti penting untuk menguak peristiwa itu.

“Tempat kejadian kurang berbunyi, maka harus diulang-ulang lagi pemeriksaan. Kami tetap pada prinsip faktual dan akan memeriksa TKP hingga berbunyi,” ujar Frans.

Periksa Istri dan Anak Mendiang

Kepolisian juga beberapa kali meminta keterangan Suhartatik dan Agung Wicaksana yang merupakan istri dan anak mantan Wakapolda Sumut, Kombes Pol (Purn) Agus Samad. Itu dilakukan untuk cek silang atas berbagai temuan polisi di TKP.

“Itu demi kepentingan penyidikan. Ada dinamika, apa yang ditemukan penyidik maka dicek silang ke saksi yang dianggap perlu seperti istri, anak dan bisa ke siapa saja,” kata Frans.

Salinan percakapan terakhir korban melalui telepon juga sudah didapatkan. Frans menyebut demi kepentingan penyidikan, salinan itu tak bisa disampaikan ke publik.

Hampir sepekan mantan Wakapolda Sumut Kombes Pol (Purn) Agus Samad ditemukan tewas di rumah pribadinya. Polisi belum bisa memastikan apakah korban dibunuh atau bunuh diri.

“Belum ada putusan yang signifikan. Nanti, kalau ada perkembangan, pasti kami sampaikan,” ucap Frans.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *