Proyek Jalan Layang Berhenti Sementara, Saham Waskita Karya Masih Tertekan

Saham PT Waskita Karya Tbk (WSKT) masih lanjutkan tekanan pada perdagangan saham sesi pertama pada Rabu (21/2/2018). Bahkan saham PT Waskita Karya Tbk masuk jajaran saham paling melemah pagi ini.

Berdasarkan data RTI, saham PT Waskita Karya Tbk melemah 2,95 persen ke posisi Rp 2.960 per saham. Harga saham PT Waskita Karya Tbk sempat berada di level tertinggi 3.000 dan terendah 2.940 per saham.  Total frekuensi perdagangan saham 2.280 kali dengan nilai trannsaksi Rp 46,9 miliar.

Pada penutupan perdagangan saham Selasa kemarin, saham PT Waskita Karya Tbk susut 1,93 persen ke posisi Rp 3.050 per saham. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 6.051 kali dengan nilai transaksi Rp 160,4 miliar.

Namun secara sektoral, sektor saham konstruksi tertekan. Sektor saham konstruksi melemah 0,56 persen. Saham PT Wijaya Karya Tbk turun 1,52 persen ke posisi Rp 1.940 per saham. Saham PT Adhi Karya Tbk susut 2,44 persen ke posisi Rp 2.400.  Sedangkan saham PTPP Tbk tergelincir 0,63 persen ke posisi Rp 3.160 per saham.

Kepala Riset PT Koneksi Kapital, Alfred Nainggolan mengatakan, usai kecelakaan kerja yang dilanjutkan penghentian sementara untuk seluruh proyek elevated (di atas permukaan tanah) oleh Kementerian PUPR membuat saham PT Waskita Karya Tbk tertekan. Akan tetapi, itu juga berdampak ke emiten BUMN konstruksi lainnya.

“Saham Waskita Karya sudah turun sekitar 5,4 persen (Selasa-Rabu), pelemahan tidak hanya terjadi pada saham Waskita Karya tetapi juga Wijaya Karya sebesar 3,9 persen, PTPP sebesar 1,5 persen,dan Adhi Karya sekitar 4 persen. Padahal sehari sebelum kejadian saham emiten BUMN konstruksi salah satunya Waskita Karya naik 7,4 persen dalam sehari,” jelas Alfred.

Alfred menilai, langkah kementerian PUPR menghentikan sementara proyek elevated sangat baik bagi industri jasa konstruksi ke depan. Apalagi dengan masifnya pembangunan infrastruktur di Indonesia.

“Jadi kami melihat jangka panjangnya bagaimana evaluasi nanti dari Kementerian PUPR akan mampu kurangi kecelakaan kerja di proyek-proyek yang ada. Ini sangat baik bagi pelaksana proyek dan emiten konstruksi termasuk Waskita Karya,” kata Alfred.

Pihaknya merekomendasikan beli saham PT Waskita Karya Tbk dengan target harga Rp 3.630. Price earning (PE) 12 kali pada 2018. “Kami tidak ada perubahan target akibat penghentian sementara proyek elevated,” kata dia.

Bekisting pier head di Tol Becakayu di kawasan Kebon Nanas, Jakarta Timur ambruk pada Selasa dini hari. Sebelumnya PT Waskita Karya Tbk menyatakan, kejadian tersebut terjadi pada pukul 03.00 WIB pada saat dilakukan pier head dengan kondisi beton masih basah dan bekisting merosot sehingga jatuh.Perseroan telah berkoordinasi dengan aparat dan pihak yang berwajib menangani masalah ini.

Saat ini dilakukan investigasi secara internal maupun oleh pihak kepolisian untuk mendapatkan dana dan informasi mengenai peristiwa tersebut. Diharapkan hasilnya sudah keluar dalam waktu 1×24 jam. Pihaknya juga menyatakan kalau bukan tiang pancang yang jatuh tetapi bekisting pierhead. Atas kejadian tersebut Waskita melakukan evaluasi terhadap tujuh korban luka dan sudah dilakukan penanganan di RS UKI.

“Pihak manajemen sangat menyesalatas kejadian ini dan untuk penanganan terhadap korban telah dilakukan,” ujar Dono Parwoto, Kepala Divisi III PT Waskita Karya Tbk.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *