Rahasia Mobil Klasik Buick 1937 Tetap Bugar Sampai Sekarang

Tak banyak yang memiliki mobil klasik seperti mobil pabrikan Amerika, Buick. Selain sudah jarang ditemui, hanya orang-orang tertentu yang mencintai mobil klasik saja yang bisa merawat dan memilikinya.

Salah satunya ialah Wiwiek. Wanita yang diwarisi Buick 1937 oleh almarhum suaminya ini, kini harus merawat mobil-mobil klasik kesayangan sang suami. Diketahui, selain Buick, Wiwiek memiliki Citroen yang diproduksi tahun 1948 dan jip klasik Kayami keluaran Toyota.

“Saya nyetir sendiri mobilnya. Sampai saat ini semampu saya, saya rawat ya. Sabtu Minggu pasti keluar dengan Buick itu, supaya enggak rusak, saya muter sama keponakan-keponakan saya. Nanti hari Minggu gantian yang Citroen. Oli sekalian diperiksa, saya punya montir satu yang khusus ngurusin itu,” kata Wiwiek saat dihubungi , Senin (2/4/2018).

Wiwiek yang memiliki hobi masak ini sebenarnya tak mengetahui harga, didapat dari siapa hingga sejarah mobil-mobil tersebut sebelum akhirnya dibeli oleh almarhum suaminya.  Ia tak menampik bahwa almarhum suaminya memang menyukai mobil klasik.

“Dia suka koleksi mobil antik. Enggak ngerti dapatnya darimana karena itu mobil sudah ada di bengkel suami saya waktu itu. Tahu-tahu itu mobil sudah ada di bengkel, dibenerin sama dia,” katanya.

Bahkan, lanjut Wiwiek, Citroen’48 miliknya benar-benar dibangun oleh suaminya sendiri.

“Dia punya bengkel, dia benerin, diutak-atik sendiri, malah yang Citroen itu tadinya dari ‘bangkai’ benar-benar, akhirnya jadi mobil itu,” kata Wiwiek.

Untuk mesin mobil klasik nya, semuanya masih bagus dan terbilang aman. Tak pernah mengalami mogok atau kerusakan yang fatal. “Aman. Kalau yang Buick sudah pernah dibawa ke Padang, Aceh, Gorontalo, Bali, dan Makassar. Saya terakhir ke Bali 2015,” ujarnya.

Diwariskan ke Anak

Merawat mobil klasik, tentu juga harus menggunakan hati dan juga kepercayaan bagi orang yang menitipkannya. Wiwiek mengaku, tiga mobil klasik milik almarhum suaminya sudah dititipkan kepada dirinya dan juga anak satu-satunya.

“Anak saya cuma perempuan satu-satunya, tapi saat almarhum gak ada justru pesannya sama dia. ‘Mobil tidak boleh dijual, kamu harus rawat mobil itu dengan baik’. Saya sendiri disuruh menyelesaikan Toyota Kayami karena belum selesai, baru naik mesin tapi sudah dilas, tinggal cat, jadi saya harus teruskan,” ujarnya.

“Dia bilang ‘saya percaya mama bisa nerusin itu. Tolong tiga mobil itu jangan dijual, dirawat‘, jadi saya juga berat,” lanjut Wiwiek.Terkait hal itu, beberapa waktu lalu, Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) untuk pertama kalinya menggelar kontes mobil klasik bertajuk ‘Classic for The Young Generation‘.

Ketua PPMKI DKI Jakarta, Cecil Silanu mengatakan pihaknya memang sengaja mengajak generasi muda masa kini agar bisa mengenal sekaligus menjadi penerus untuk merawat mobil klasik.

“Memang tujuan utamanya mengajak generasi muda karena yang di PPMKI juga akan menua. Kami berharap ada generasi penerus untuk menggantikan kita agar bisa mencintai, merawat mobil klasik. Kalau enggak bisa memiliki minimal dia bisa mencintai. Silakan rawat mobil kami, dan memang harus sama orang-orang yang dipercaya bahwa dia senang dan cinta mobil klasik,” ujar Cecil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *