Siulan Menggoda Bakal Masuk Kategori Kejahatan di Prancis

Kementerian Kesetaraan Gender Prancis sudah merancang susunan rancangan undangundang (RUU) dalam upaya pemberantasan kekerasan dan pelecehan seksual yang terjadi di negaranya.

Dikutip dari laman BBC, Selasa (17/10/2017), RUU yang telah disusun oleh Marlene Schiappa tersebut meliputi denda apabila seorang melakukan siulan menggoda. Selain itu, denda juga akan dikenakan apabila ada seseorang yang mengumbar nafsu di depan umum.

Munculnya serangkaian dugaan kekerasan seksual yang dilakukan oleh produser film terkenal, Harvey Weinsten diduga memicu perdebatan tentang adanya predator pria atau serangan seksual yang dilakukan oleh kaum pria.

Menteri Schiappa menyebut, para politisi di negara tersebut akan bekerja sama dengan polisi dan jaksa untuk memastikan tindakkan yang dimaksud tergolong dalam kasus pelecehan seksual.

Dalam wawancara pada Minggu 15 Oktober 017, Presiden Prancis Emmanuel Macron sudah mencabut penghargaan bergengsi Legion DHonneur atas Weinstein.

Presiden Macron pun menegaskan bahwa pemerintah akan bertindak lebih cepat dalam penanggulangan kasus pelecehan seksual, mengacu pada UU.

Bersama stasiun radio RTL, Menteri Schiappa mengatakan, RUU ini rencanannya akan diserahkan ke parlemen tahun depan untuk dibahas bersama. Langkah itu diambil karena ancaman pelecehan seksual berupa godaan yang terjadi di jalanan belum tertulis dalam UU.

“Apabila hal ini terjadi, kita tak bisa mengadukannya kepada pihak berwajib,” ujar Menteri Schiappa.

“Kita tahu persis sampai pada titik ini banyak perempuan yang merasa terintimidasi, tidak aman, atau diganggu saat berada di jalanan,” tambahnya.

Schiappa merupakan politikus baru di tingkat nasional Prancis dan menjadi menteri andalan di kabinet Presiden Macron.

Terkuaknya rangkaian skandal serangan seksual dan pemerkosaan oleh Harvey Weinstein membuat banyak masyarakat dunia membahas masalah ini, terutama di media sosial. Tentunya hal ini akan jadi ancaman tak hanya di Prancis namun di seluruh dunia.