APBI: Revisi Formula HBA Berdampak Positif

Sports Liputan6 Jakarta – ‎Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) menyatakan, revisi formula Harga Batubara Acuan (HBA) mampu mendongkrak harga batubara Indonesia. Bukan memberi sentimen negatif bagi pasar komoditas. Direktur Eksekutif APBI, Supriatna Suhala, mengatakan, revisi formula HBA berdampak positif bagi pelaku usaha. Pihaknya pun sudah mengajukan usulan revisi formula tersebut. Pihaknya menyangkal perubahan formula HBA malah membuat harga batubara melemah. “Apa iya kami mengusulkan sesuatu yang merugikan pelaku usaha. Hasil kajian kami tidak ada sentimen negatif dari revisi formula HBA,” kata Supriatna di Jakarta, Kamis (14/7). Supriatna menuturkan, hasil kajian APBI menyarankan agar formula HBA lebih condong pada Indonesian Coal Index (ICI). Namun, besaran porsi ICI diserahkan kepada pemerintah. Dengan dianulirnya revisi HBA, kata Supriatna, pihaknya hanya bisa menghormati sikap pemerintah tersebut. Pasalnya, revisi atau tidak merupakan ranah pemerintah. “Kami hanya bisa menghormati langkah pemerintah tersebut,” ujarnya. Revisi formula HBA sebenarnya bertujuan untuk mencerminkan harga batubara Indonesia sesungguhnya. Pasalnya Indonesia merupakan penghasil terbesar batubara kalori rendah. Namun harga batubaranya malah mengacu pada index pasar internasional. Berdasarkan catatan Beritasatu.com, sebenarnya naskah revisi formula HBA sudah rampung. Dalam naskah itu hanya tiga index yang dipakai yakni Indonesia Coal Index (ICI), New Castle Export Index (NEX) dan New Castle Global Coal Index (GC). ICI mendapat porsi terbesar yakni 50 persen. Sedangkan NEX dan GC masing-masing mendapat porsi 25 persen. Rangga Prakoso/FER BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu