Bank Harapkan Kredit Konsumsi Topang Pertumbuhan Kredit

Sports Liputan6 Jakarta – Penyaluran kredit perbankan pada semester II-2016 yang diharapkan meningkat, ternyata menunjukkan gejala perlambatan khususnya terjadi pada kredit investasi dan kredit modal kerja. Terkait itu, bank berharap pertumbuhan kredit pada segmen konsumsi dapat membantu pertumbuhan kredit perbankan secara keseluruhan tahun ini. Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja mengatakan, permintaan kredit memang sempat meningkat pada Juni karena adanya momentum persiapan Lebaran, namun permintaan kredit kembali melesu pada Juli dan Agustus lalu. Karena itu, pihaknya pun memproyeksikan penyaluran kredit perseroan tumbuh pada kisaran 8-9% ( year on year /yoy), turun dari proyeksi sebelumnya sebesar 10-12%. “Pada Juni memang naik yang mengesankan karena persiapan Lebaran, tapi pada Juli dan Agustus melesu lagi,” kata Jahja di Jakarta, pekan lalu. Menurut Jahja, lesunya penyaluran kredit terutama terjadi pada kredit investasi dan kredit modal kerja. Sementara itu, pertumbuhan pada kredit konsumer BCA baik pada kredit pemilikan rumah (KPR) maupun kredit kendaraan bermotor (KKB) masih baik. “Konsumer masih baik seperti KPR maupun KKB dan diharapkan masih bisa tumbuh di atas 10%,” ujar dia. Direktur Keuangan PT Bank Danamon Indonesia Tbk Vera Eve Lim menuturkan, permintaan kredit perseroan pada paruh pertama tahun ini sudah meningkat. Namun, menurut dia, performa penyaluran kredit tersebut masih di bawah ekspektasi. Vera sebelumnya memperkirakan penyaluran kredit perseroan tahun ini akan flat atau sama dengan penyaluran kredit pada tahun lalu. Namun, dengan kondisi saat ini, pihaknya memperkirakan penyaluran kredit perseroan hingga akhir tahun ini atau turun 2-4% dibanding tahun lalu. “Sebenarnya sudah mulai meningkat tapi dibawah ekspektasi kami. Keseluruhan tahun saya perkirakan penyaluran kredit masih minus tapi lebih baik dibanding tahun lalu. Mungkin minus sekitar 2-4% dibandingkan akhir tahun lalu,” jelas Vera. Vera mengaku penurunan penyaluran kredit perseroan tak terjadi pada seluruh bisnis perseroan. Pertumbuhan masih terjadi pada kredit usaha kecil dan menengah (UKM), KPR, kartu kredit, serta pembiayaan syariah. “Untuk otomotif, tahun ini kami perkirakan bisa minus sekitar 5%. Jadi memang prtumbuhan tahun ini mesti dilihat segmen per segmen,” ungkap dia. Direktur Utama PT MNC Bank Internasional Tbk Benny Poernomo mengaku, seperti halnya yang terjadi di industri, permintaan kredit perseroan saat ini tercatat tumbuh lambat. Perlambatan terutama terjadi pada kredit modal kerja dan kredit investasi. “Kalau untuk kredit konsumer kami lihat masih cukup baik,” kata dia. Benny sebelumnya mengatakan, perseroan telah memangkas target pertumbuhan kredit dari semula 14% menjadi 10-11% dalam revisi rencana bisnis bank (RBB) Bank MNC. Berdasarkan data uang beredar BI, penyaluran kredit perbankan hingga Juli 2016 hanya tumbuh 7,7% (yoy) menjadi Rp 4.168,4 triliun, melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 8,2% (yoy). Perlambatan kredit terjadi pada kredit modal kerja (KMK) dan kredit investasi (KI) yang masing-masing tumbuh sebesar 5,8% (yoy) dan 10,9% (yoy), lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 6,8% (yoy) dan 12,1% (yoy). Penyaluran KMK pada Juli tercatat sebesar Rp 1.932,3 triliun, sedangkan KI tercatat sebesar Rp 1.049,6 triliun. Agustiyanti/THM Investor Daily

Sumber: BeritaSatu