Bila Tak Segera Usai, Konflik Arema Bakal Masuk Meja Komdis

Sports Liputan6 – Konflik internal tim Arema Indonesia yang berlaga di Indonesian Premier League (IPL) terancam masuk ke meja Komisi Disiplin (Komdis) PSSI jika kedua kubu yang berkonflik tidak ada kesepakatan. “Kami ingin hanya ada satu tim, dan harus ada kesepakatan antar kedua kubu, dan kalau tidak ada kesepakatan akan masuk meja Komdis,” kata Ketua Komisi Disiplin PSSI, Bernhard Limbong , menanggapi konflik yang terjadi di tim berjuluk Singo Edan tersebut. Limbong tidak ingin berandai-andai mengenai akhir dari konflik itu, namun dirinya berharap kedua kubu ada kesepakatan dan bisa menjadi satu tim sebelum laga menghadapi Persema Malang di Stadion Gajayana, Minggu (19/2) mendatang. “Malam ini (Rabu malam)telah terjadi pertemuan kedua kubu untuk membahas kesepakatan, dan kita tunggu hasilnya besok (hari ini), mudah-mudahan ada jalan terbaik bagi kedua kubu,” katanya. Sebelumnya, Wali Kota Malang, Peni Suparto yang berada di kubu M. Nur mengaku, dalam menghadapi Persema, sebaiknya Arema Indonesia menggunakan tim yang dilatih Milomir Seslija , bukan tim yang kini telah terbentuk dan dilatih Antonic Dejan . Alasannya, selama ditangani Milo, tim kebanggaan warga Malang Raya tidak pernah kalah. “Kalau menurut saya, lebih baik menggunakan tim asuhan Milo, sebab terbukti tidak pernah kalah,” katanya. Namun, Peni tetap terbuka untuk penggabungan kedua tim, agar konflik yang terjadi tidak terus berlanjut. “Kalau bisa kedua pelatih digabung, itu kan lebih baik dan dikelola secara profesional,” katanya. Peni juga meminta kepada PSSI selaku induk organisasi sepak bola tertinggi di Indonesia, agar bisa membantu menyelesaikan konflik yang terjadi di tubuh Arema. (ant/end)

Sumber: Bola.net