ESDM Akhirnya Merevisi Margin Batu Bara Mulut Tambang

Sports Liputan6 Jakarta – ‎Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akhirnya merevisi margin harga batu bara pembangkit listrik mulut tambang. Saat ini ditetapkan margin berkisar 15 hingga 25 persen. Penetapan itu berdasarkan Peraturan Menteri No. 9 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penyediaan dan Penetapan Harga Batubara Mulut Tambang Untuk Pembangkit Listrik Mulut Tambang. Dalam beleid itu ditetapkan formula harga batu bara mulut tambang yakni biaya ( cost ) ditambah dengan margin. “Ada perubahan peraturan menteri (Mulut Tambang). Rapatnya masih terus dilakukan,” kata Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot di Jakarta, Jumat (12/8). Bambang belum memastikan margin batas bawah mulut tambang itu bakal lebih rendah atau malah naik. Pasalnya hal tersebut masih dalam tahap pembahasan. Dia enggan mengungkapkan pembahasan tersebut. “Kalau sudah ada (revisi) peraturannya akan ketahuan itu (margin) turun atau naik,” jelasnya. Berdasarkan catatan Beritasatu.com, Bambang sebelumnya enggan menyebut ada perubahan margin. Kisaran 15 sampai 25 persen itu disesuaikan dengan tingkat cadangan agar tidak cepat habis. Dia bilang apabila margin diturunkan lagi maka harga akan disesuaikan dengan keekonomian. “Kalau keekonomian harga, cadangan bisa cepat hilang. Apakah ada jaminan, sampai 50 tahun, 30 tahun, jadi mesti ada margin dong. Kalau marginnya kecil sekali ya mereka nambangnya sampai bawah sekaligus dan hilang enggak ekonomis lagi,” ujarnya. Pernyataan tersebut disampaikan Bambang pada 18 Juli kemarin. Tepatnya ketika Sudirman Said masih menjabat sebagai Menteri ESDM. Kini di bawah kepemimpinan Arcandra Tahar arah kebijakan berubah. Rangga Prakoso/FMB BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu