Indosat Raup Laba Bersih Rp 845,4 Miliar

Sports Liputan6 Jakarta – PT Indosat Tbk (ISAT) berhasil membukukan laba bersih senilai Rp 845,4 miliar hingga kuartal III-2016, bandingkan dengan realisasi periode sama tahun lalu dengan rugi bersih Rp 1,12 triliun. Pendapatan naik sebesar 9,9% dari Rp 19,58 triliun menjadi Rp 21,52 triliun. Pertumbuhan kinerja tersebut didukung kenaikan pendapatan selular sebesar 11,9% menjadi Rp 17,89 triliun, dibanding periode sama tahun lalu Rp 15,99 triliun. “Pertumbuhan bisnis selular yang menggembirakan ini ditopang atas peningkatan pendapatan data, telepon, SMS, dan VAS dan diimbangi dengan penurunan dari pendapatan interkoneksi,” kata manajemen dalam keterangan resmi, Rabu (16/11). Hingga September 2016, Indosat juga mencetak peningkatan menjadi 81,6 juta pelanggan, dibandingkan periode sama tahun lalu. Peningkatan ini didukung atas keberhasilan perseroan dalam menawarkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan, baik dalam paket data, telepon, SMS serta VAS. Penambahan pelanggan utamanya berasal dari pengguna data yang mendorong pertumbuhan trafik data sebesar 114,2% dan pertumbuhan pendapatan data sebesar 52,2% dibanding periode sembilan bulan tahun 2015. Untuk pendapatan Data Tetap (MIDI), perusahaan mencatat peningkatan sebesar 6,7% berkat layanan IT dari Lintasarta. Sementara pendapatan Telepon Tetap turun sebesar 16,9% dibandingkan sembilan bulan tahun 2015 yang disebabkan turunnya trafik dan menguatnya nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat. Peningkatan pendapatan juga mengakibatkan pertumbuhan beban perseroan sebesar 5,5% menjadi Rp18,7 triliun hingga kuartal III-2016. Pendapatan selular, data tetap (MIDI) dan telepon tetap masing-masing memberikan kontribusi sebesar 83%, 14%, dan 3% terhadap pendapatan konsolidasian perusahaan. “Perusahaan juga terus mengembangkan jaringan secara nasional, dengan menambah 7.851 BTS dimana 96% diantaranya merupakan BTS 3G dan 4G demi menunjang pertumbuhan dalam bisnis data,” tulis manajemen. Hingga September 2016, porsi utang dalam denominasi dolar AS telah berkurang secara signifikan dari US$ 505,6 juta pada kuartal III-2015, menjadi US$ 186,4 juta, atau 12,0% dari total hutang. Penurunan porsi hutang dolar AS sebesar 63,1% ini sesuai dengan rencana Indosat Ooredoo untuk mengurangi pengaruh fluktuasi mata uang terhadap pos laba/rugi bersih perusahaan. Menurut manajemen, dampaknya mulai terlihat ketika Indosat Ooredoo menghasilkan laba bersih sebesar Rp 845,4 miliar hingga September 2016 ini. Hutang dari pinjaman bank dan obligasi turun 12,% dibanding tahun lalu, mewakili penurunan hutang beredar sebesar Rp2,7 triliun dibandingkan periode yang sama tahun 2015. “Upaya Perusahaan dalam mengurangi porsi utang dolar AS dan mengurangi tingkat utang akan berlanjut di sepanjang sisa tahun 2016,” kata manajemen. Farid Nurfaizi/MHD Investor Daily

Sumber: BeritaSatu