Kapal ke Simeulue Tak Beroperasi Akibat Cuaca Buruk, Penumpang Terlunta

Sports Liputan6 Banda Aceh- Dampak penghentian operasional kapal feri dari Pelabuhan Labuhan Haji Kabupaten Aceh Selatan ke Kabupaten Pulau Simeulue dalam bebarapa hari terakhir akibat cuaca buruk, membuat ratusan penumpang harus bertahan di pelabuhan berhari-hari. Bahkan sejumlah penumpang di Pelabuhan Labuhan Haji, kelaparan karena kehabisan uang serta jatuh sakit. “Saat ini ada sekitar 500 penumpang di Pelabuhan Labuhan Haji yang tertahan setelah pihak PT ASDP (Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan) pada Senin (18/7) lalu menghentikan pelayaran karena gelombang tinggi,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan Erwiandi kepada SP, Kamis (21/7). Untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya telah mendirikan dapur umum dan menyediakan fasilitas kesehatan bagi penumpang yang terserang penyakit. Namun informasi yang diperoleh SP di Labuhan Haji, saat ini sekitar 900 warga yang akan menuju Sinabang Kabupaten Simuelue tertahan di pelabuhan. Sebagian warga mulai terserang penyakit karena sudah berhari-hari bertahan dan kehabisan uang. Sementara Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Metereologi Meulaboh-Nagan Raya Edi Darlupti mengatakan penghentian kapal karena gelombang tinggi menyusul konvergensi di perairan Samudera Hindia “Potensi hujan juga akan terjadi karena itu kita minta masyarakat waspada,” kata dia. Data BMKG menyebutkan, kondisi cuaca ekstrem berpeluang terjadi hingga Jumat (22/7), dengan ketinggian gelombang 1-5 meter dan kecepatan anggin bertiup dari barat daya mencapai 35 km per jam. BMKG meminta masyarakat dan wisatawan untuk menjauhi pantai karena potensi ketinggian gelombang sewaktu-waktu dapat berubah. Muhammad Hamzah/WBP Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu