Lagi, Tentara Somalia Lakukan Pelecehan Seksual

Sports Liputan6 Rimanews – Sebuah kelompok hak asasi mengatakan pasukan Uni Afrika telah memperkosa seorang ibu dan anak gadisnya yang berusia 15 tahun di Mogadishu, Somalia. Peristiwa tersebut terjadi saat ibu dan anak tersebut sedang mencari air dan bantuan medis. Anak gadis tersebut dikabarkan mengalami kekerasan. Baca Juga 21 Ribu Muslim Rohingya Lari ke Bangladesh PM Inggris Jadi Pemimpin Wanita Pertama yang Hadiri KTT Negara Teluk Saudi Vonis Mati 15 Mata-mata Iran Human Rights Watch mengatakan tentara tersebut telah menyalahgunakan wewenang dan kekuasaan mereka. Pihak militer yang mendapat kabar tersebut mengatakan mereka akan menyelidiki pengaduan tersebut. Uni Afrika menurunkan 22 ribu tentara mereka untuk memerangi kelompok militan muslim di Somalia. Tahun 2012, PBB mencatat terjadi 1.700 kasus perkosaan di berbagai kamp pengungsi di Somalia. Menurut PBB, pelaku terbanyak adalah tentara keamanan Somalia. Namun PBB kesulitan mengumpulkan bukti. Tahun lalu, publik Somalia marah besar saat beredar kabar sekelompok tentara melakukan kejahatan seksual pada seorang perempuan di Mogadishu. Namun pihak pemerintah dan tentara mengatakan mereka tak menemukan bukti yang cukup soal kebenaran kasus tersebut. Sementara itu mereka tak melakukan wawancara pada korban. Sebagian besar perempuan yang menjadi korban kejahatan seksual, tinggal di kamp-kamp pengungsi. Mereka mengungsi untuk menghindari kekerasan dan kelaparan. “AU tidak bisa lagi menutup mata terhadap pelanggaran di Amisom [AU Mission in Somalia], karena itu merusak kredibilitas,” kata Liesl Gerntholtz, direktur hak-hak perempuan HRW. Liesl mengatakan HRW telah mewawancarai 21 perempuan dan anak perempuan, sebagian masih berusia 12. Mereka mengaku pernah menjadi korban kejahatan seksual Uganda atau tentara Burundi dalam pasukan AU, kata HRW. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Somalia , Kekerasan Seksual , tentara uni afrika , Afrika , Internasional

Sumber: RimaNews