Menko PMK Beri Bantuan untuk Warga Bitung

Sports Liputan6 Bitung – Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani memberikan bermacam bantuan untuk kebutuhan sehari-hari kepada masyarakat Bitung, Sulawesi Utra (Sulut). Bantuan itu diberikan dalam rangkaian kunjungan kerja Menko PMK ke Sulut. Bantuan diberikan pada hari kedua kunjungan atau seusai memberikan orasi ilmiah di Universitas Sam Ratulangi, Manado, di tempat pelelangan ikan, Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung, Sulut, Minggu (24/9). Kunjungan Menko Puan yang pertama kali itu disambut penuh antusiasme oleh masyarakat Kota Bitung. Dalam kesempatan itu, Menko PMK juga mengucapkan selamat hari ulang tahun yang ke-52 untuk Sulawesi Utara. Menko PMK mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama bergotong royong dalam mewujudkan Sulawesi Utara yang maju dan berkeadilan. Menko Puan memberikan sejumlah bantuan secara simbolis kepada Masyarakat Kota Bitung dengan didampingi oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wali Kota Bitung Max J Lomban. Seusai pemberian bantuan, Menko Puan berdialog dengan sejumlah warga yang menerima bantuan dan memberikan hadiah berupa alat penanak nasi serta alat keperluan sekolah kepada beberapa warga yang dipilih langsung oleh Menko PMK untuk diajak berdialog. “Saya berharap bantuan ini nantinya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat Kota Bitung,” kata Puan. Bantuan yang diberikan Menko PMK kepada masyarakat Kota Bitung, antara lain makanan tambahan untuk anak sekolah sebanyak 1 ton, makanan pendamping ASI sebanyak 1 ton, test kit deteksi dini sebanyak 5 paket dan obat-obatan. Selain itu, Menko PMK menyampaikan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) kepada 2.008 KK dengan nilai nominal Rp 658.873.750. Bantuan serupa juga khusus diberikan kepada 398 KK di Kecamatan Aer Tembaga. Selain itu, Menko PMK juga membeikan bantuan masing-masing 15 kg beras kepada 10.798 rumah tangga sasaran (RTS), 100 paket pendidikan untuk anak-anak sekolah (berupa tas sekolah berisi buku, pensil, pulpen, penghapus, dan lain-lain), 20 unit alat penanak nasi, dan buku cerita anak-anak. Asni Ovier/AO BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu