OJK Imbau Penyelesaian Sengketa Keuangan Lewat LAPS

Sports Liputan6 Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa (LAPS) jika ‎permasalahannya tidak mencapai kesepakatan dengan lembaga jasa keuangan. “Banyak masyarakat belum mengetahui LAPS, padahal masyarakat bisa menyelesaikan sengketanya jika tidak mencapai kesepakatan dengan lembaga jasa keuangan,” kata Kepala Departemen Perlindungan Konsumen OJK Anto Prabowo di Bogor, Jakarta, Sabtu (12‎/11). Disebutkannya ada enam LAPS yang tersedia sesuai dengan sektor lembaga jasa keuangan, seperti Badan Mediasi dan Arbitrase Asuransi Indonesia (BMAI), Badan Arbitrase Pasar Modal Indonesia (BAPMI), Badan Mediasi Dana Pensiun (BMDP), Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Perbankan Indonesia (LAPSPI), Badan Arbitrase‎ dan Mediasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (BAMPPI), serta Badan Mediasi Pembiayaan, Pegadaian, dan Venture Indonesia (BMPPVI). Untuk memanfaatkan layanan ini, konsumen terlebih dahulu bisa menyampaikan permohonan penyelesaian sengketa LAPS sesuai sektornya, kemudian akan diversifikasi terhadapt permohonan dokumen. Lalu konfirmasi penerimaan permohonan, selanjutnya pemilihan atau penunjukan pihak ketiga, dan proses mediasi atau ajudikasi atau arbitrase dilakukan agar mencapai kesepakatan. Adapun, berdasarkan data OJK keluhan masyarakat terkait layanan jasa keuangan seperti dari pasar modal, perasuransian, lembaga pembiayaan, dana pensiun, lembaga jasa keuangan lainnya, perbankan dan non lembaga jasa keuangan terus mengalami peningkatan. Tercatat, secara keseluruhan ada 913.092 pengaduan dari berbagai sektor. Namun, paling banyak berasal dari sektor perbankan. “Ada sekitar 871.746, yang selesai 92% atau 802.000, di mana 69.465 sedang dalam proses dan yang tidak selesai 76,” sebutnya. Disusul dari sektor pembiayaan dan asuransi. Tercatat masing-masing mendapat pengaduan 20.883 dan 15.400. “Pengaduan pembiayaan sudah selesai 98%, yang telah diproses 239 dan 8 pengaduan tidak selesai. Kalau asuransi 89,56% selesai, 10% atau 1.588 sedang proses dan tidak selesai ada 19,” imbuhnya. Sedangkan pengaduan yang bersumber dari pasar modal, dana pensiun dan lembaga jasa keuangan lainnya tidak mengalami keluhan secara signifikan. Anto mengungkapkan, dari total keseluruhan pengaduan yang telah selesai mencapai 985, di mana hanya 1% dalam proses dan sebanyak 107 pengaduan tidak ada kesepakatan. Sementara OJK mencatat penyelesaian sengketa oleh LAPS periode Januari hingga Juni 2016 mencapai 47 permohonan penyelesaian sengketa dari konsumen berbagai sektor lembaga jasa keuangan. Sementara itu, mengenai layanan konsumen yang telah dimanfaatkan masyarakat melalui sambungan telepon sebanyak 71.068 layanan dari periode OJK berdiri hingga 21 Oktober 2016. “Dari total itu 48 ribu merupakan pertanyaan, 18.385 merupakan informasi, dan 3.681 pengaduan konsumen terhadap lembaga jasa keuangan. Keluhan ini pun langsung disampaikan ke jasa keuangan masing-masing melalui sistem yang dapat dilihat lembaga jasa keuangan‎,” ucap dia. Lona Olavia/MER Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu