PSM Terpuruk, Robert Tetap Aman

MAKASSAR – Pernah membawa Arema juara Liga Indonesia, Robert Alberts justru mengirim PSM ke posisi nyaris buncit di klasemen sementara Indonesia Soccer Championship (TSC). Robert menangani PSM untuk kali kedua sejak 1 Juni lalu. Hasilnya, tim ini diantarnya menderita enam kali kekalahan dari tujuh laga dan tiga di antaranya di Stadion Gelora Andi Mattalatta. Teranyar saat dipermalukan Bhayangkara Surabaya United, 0-2 Senin malam, 25 Juli. Manajemen pun telah menyatakan kekecewaan. CEO PSM Munafri Arifuddin mengaku sangat terpukul. Dia pun menuntut Robert bertanggung jawab. Hanya saja, tuntutan itu tak berbentuk pendepakan. Robert dipastikan aman di kursi pelatih. Appi, sapaan akrab Munafri Arifuddin, mengaku akan memberi kesempatan kepada Robert, setidaknya hingga putaran pertama TSC berakhir. “Kita memang benar-benar kecewa. Sebab kita berharap ada perubahan. Saya tentu menuntut Robert bisa menangani tim ini dengan baik. Apa yang diperlihatkan tim saat melawan Bhayangkara Surabaya United, sangat jauh dari ekspektasi,” ujar Munafri, Selasa (26/7). Keputusan Robert mendepak empat pemain asing (Boman Aime, Alex Silva, Paulo Martins, dan Lamine Diarrasouba) di tengah kompetisi, akhirnya berbuah polemik. PSM babak belur karena mengandalkan seratus persen pemain lokal. Empat pemain asing pilihan Robert, baru bisa dimainkan di putaran kedua. Kendati demikian, manajemen memilih tetap melanjutkan kerja sama dengan Robert. Media Officer PSM, Ramli Manong menuturkan, pihaknya menilai pergantian pelatih tidak akan memberi solusi. Di saat seperti ini, kata dia, manajemen dan tim pelatih harus bersinergi. “Robert tentu harus lebih waspada. Meski manajemen tidak memberi ultimatum atau ancaman keras, namun situasi kini tidak menguntungkan Robert. Sanksi moral dari suporter tentu akan memberi ia tekanan hebat,” katanya. Ramli menilai situasi ini, Robert harus bisa mengembalikan kepercayaan diri tim. Hanya dengan mempersembahkan kemenangan, Robert setidaknya bisa tenang selama di Makassar. “Apapun alasan Robert saat ini, tidak ada gunanya. Terlepas dari dalih pembinaan, saat ini yang terpenting ialah mengembalikan performa PSM,” tandasnya. (ard/jpg)

Sumber: Indopos