Pupuk Indonesia Garap Proyek Pupuk Organik di Balikpapan

Sports Liputan6 Jakarta – PT Pupuk Indonesia menggandeng Pemerintah Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur untuk menggarap proyek pengelolaan sampah menjadi pupuk organik. Nota kesepahaman (MoU) kerja sama itu diteken Direktur Utama Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat dan Walikota Balikpapan Rizal Effendi, disaksikan Komisaris Utama Pupuk Indonesia Bungaran Saragih. Aas Asikin Idat mengatakan, kapasitas produksi pupuk organik nasional masih jauh di bawah kebutuhan, terutama jika menyesuaikan dengan pola pemupukan berimbang 5:3:2, yaitu 500 kg pupuk organik, 300 kg NPK, dan 200 kg pupuk urea per hektare (ha) lahan pertanian. “Ide pengembangan pupuk organik dengan pengelolaan sampah kota, sekaligus merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap pengelolaan lingkungan yang baik,” kata Aas, Rabu (14/9). Bungaran Saragih menambahkan, proyek pengelolaan sampah menjadi pupuk organik ini merupakan salah satu bentuk peran Pupuk Indonesia sebagai agent of development, sehingga bukan hanya menghasilkan keuntungan, tapi juga harus bisa memberikan keuntungan bagi publik (public profit) yaitu bermanfaat bagi masyarakat banyak. Kota Balikpapan dipilih sebagai awal pengembangan pupuk organik dengan memanfaatkan sampah kota karena potensi sampahnya yang cukup besar, yaitu sekitar 93 ribu ton pertahun. Adapun potensi sampah organik sekitar 63 ribu ton per tahun. Selain itu, kebutuhan pupuk organik di wilayah Indonesia timur masih kurang 48 ribu ton per tahun. Pupuk Organik merupakan salah satu unsur penting dalam proses pengelolaan lahan pertanian. Saat ini, kapasitas produksi pupuk organik kerja sama mitra Pupuk Indonesia mencapai sekitar 2 juta ton per tahun. Sementara itu, jika mengacu pada Permentan No 60 tahun 2015 mengenai Kebutuhan Pupuk Bersubsidi, Pupuk Indonesia mendapat tugas untuk memasok pupuk organik sejumlah 1 juta ton per tahun. Aas menyebutkan, jika mengacu pada pola pemupukan berimbang 5:3:2, diperkirakan kebutuhan pupuk organik mencapai 6,9 juta ton per tahun berdasarkan luasan panen padi sawah. Kebutuhan tersebut akan dipenuhi secara bertahap sampai tahun 2030. Dalam mengembangkan pupuk organik Pupuk Indonesia menerapkan sistem kemitraan. Pupuk Indonesia akan memberikan lisensi dan formula pembuatan pupuk merek Petroganik kepada produk dari perusahaan mitra. Rahajeng KH/HK Investor Daily

Sumber: BeritaSatu