Razia Gemparkan Apartemen Gading Nias

Sports Liputan6 Jakarta – Kedatangan ratusan pasukan gabungan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat, Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, dan Kantor Imigrasi Kelas 1 Jakarta Utara membuat gempar penghuni Apartemen Gading Nias di Jalan Pegangsaan Dua, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Kamis (1/9). Dalam penggrebekan yang sudah dimulai sejak pukul 09.30 WIB tersebut, sebanyak 263 personel gabungan kemudian menyebar secara merata ke lima tower yang ada di apartemen yang berbatasan dengan wilayah Sukapura dan Kelapa Gading Timur itu. Herman (52), salah satu penghuni Apartemen Gading Nias Tower Chrysant mengaku sempat terkejut ketika puluhan anggota kepolisian datang secara bersama-sama dari pintu depan masuk hunian pada ‎saat ia hendak turun membeli sarapan pagi. “Saya kira ada teror bom atau apa, rupanya ada razia narkoba, kalau narkoba memang sudah sangat sering ditemukan di apartemen ini makanya kalau cuman inspeksi mendadak ya kita mah sudah biasa,” ujar Herman, Kamis (1/9) siang di depan lobi Tower Chrysant. Ia mengungkapkan memang banyak warga negara asing (WNA) yang menyewa sejumlah unit apartemen di Gading Nias, dan kebanyakan para WNA tersebut berkulit hitam dari Afrika. “‎Mereka memang sering menyewa hunian di sini karena persyaratannya jauh lebih mudah dibandingkan sejumlah apartemen lainnya di wilayah Kelapa Gading, memang sudah sering juga tertangkap basah yang memakai narkoba,” tuturnya. Hal serupa juga diungkapkan Shinta (28), penghuni Tower Bougenville yang sedang hendak berangkat kerja dan menunggu ojek online menghampirinya di area pintu masuk depan ‎Apartemen Gading Nias. “Biasanya sih kalau razia narkoba paling anggotanya cuma 10 sampai 20 orang saja, tapi hari ini jumlah polisi yang bertugas banyak banget, ada 100 lebih tadi saya lihat masuk dari pintu depan,” kata Shinta. Wanita yang bekerja sebagai sales promotion girl (SPG) di Mal yang ada di Kelapa Gading itu mengakui bahwa memang kebanyakan penghuni di Apartemen Gading Nias lebih didominasi oleh warga negara asing. “Di sini memang banyak pemilik menyewakan apartemennya kepada WNA dengan harga sewa Rp 10-15 juta per bulan. Selain itu di sini juga tidak terlalu ribet dan ketat pengawasannya,” ungkapnya. Sementara itu, Bariun (57) warga Tower Alamanda Apartemen Gading Nias, sangat mendukung operasi besar-besaran yang dilakukan BNN dan petugas kepolisian di huniannya itu. “Kami sangat mendukung dan berharap pengguna narkoba bisa ditindak dengan tegas, karena peredaran yang dilakukan oleh sejumlah WNA di apartemen ini sudah dalam kategori sangat meresahkan,” kata Bariun. Ia berharap agar pihak kepolisian semakin mengintensifkan razia-razia narkoba seperti yang dilakukan di Apartemen Gading Nias Kelapa Gading seperti hari ini, sebagai contoh ia mengungkapkan banyak juga ditemukan WNA asal Nigeria di Mall of Indonesia (MOI). “‎Mereka yang mengedarkan narkoba hari ini itu merupakan penjahat dan penghancur generasi muda Indonesia, makanya harus ditindak dengan tegas,” tandasnya. Menurut hasil pengamatan Suara Pembaruan di lokasi, sejumlah petugas kepolisian dan BNN sudah ‎mulai menyisir kelima 5 tower yang ada di Apartemen Gading Nias. Mereka kemudian membawa barang bukti dan WNA asing yang dicurigai mengedarkan ataupun menggunakan narkotika ke lobi masing-masing apartemen untuk dikumpulkan dan didata lebih lanjut. Carlos Roy Fajarta/JAS Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu