Strategi untuk Orangtua Hadapi Anak yang Susah Makan

Problematika anak susah makan memang jadi masalah serius bagi orangtua. Puluhan cara pun dilakukan, termasuk membujuk si Kecil dengan mainan kesukaan. Bila tak begini, anak bakal menghadapi masalah serius terkait tumbuh kembang yang akan terganggu.

Namun, mau sampai kapan selalu memberi imbalan ke anak agar ia mau makan?

Tenang, Anda yang memiliki anak susah makan dapat mencoba beberapa strategi untuk meningkatkan napsu makan si Kecil, seperti disampaikan dr Prapti Utami.

“Perihal anak susah makan, tentu harus dilihat dulu seperti apa kebiasaannya di rumah. Biasanya saya pelajari dulu latar belakang dan attitude si anak. Ada anak yang susah makan karena kebanyakan ngemil. Rasa gurih maupun rasa manis yang terkandung dalam camilan, membuat perut tak lagi mau menerima makanan,” kata dr. Prapti Utami kepada HealthLiputan6.com via sambungan telepon, Jumat (15/9/2017).

Perempuan yang dijuluko dokter herbal kelahiran Wonosobo, 30 April 1970 ini memaparkan bahwa orangtua harus bisa meminimalisir asupan gula ke dalam tubuh anaknya. Termasuk menghindari anak dari kebiasaan ngemil yang banyak kandungan MSG.

“Jajanan di luar banyak yang manis. Kandungan gula di dalam camilan, membuat anak jadi ingin terusterusan ngemil. Orangtua harus mereduksi jenisjenis makanan yang banyak gulanya. Semoga dengan mengubah pola kebiasaan ini nanti bisa memperbaiki sistem pencernaan si anak,” kata dokter yang rajin menulis buku ini.

Anak susah makan juga bisa dipengaruhi oleh faktor psikologis, seperti tingkat kenyamanan di dalam rumah, maupun soal anak yang tidak pernah merasakan momen makan bersama keluarga.

Bisa juga karena minimnya kebiasaan anak untuk mengonsumsi makanan yang bervariasi. Untuk mengatasi masalah ini, ia menyarankan orangtua untuk melakukan pendekatan lewat cara herbal, yaitu mengonsumsi tanaman obat yang bagus untuk tubuh.