Top 3 Tekno: Pria dari Masa Depan Mengaku Bekerja untuk CIA

Artikel tentang seorang pria yang mengklaim bekerja untuk Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) dan datang dari masa depan menuai perhatian para pembaca.

Berita lain yang juga menuai perhatian datang dari pernyataan Elon Musk yang bakal memboyong manusia ke Mars tahun depan, dan Menkominfo bantah dipaksa bocorkan NIK dan KK oleh pihak Intelijen Tiongkok.

Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.

1. Datang dari Masa Depan, Pria Ini Mengaku Bekerja untuk CIA

Sudah ada beberapa kejadian manusia yang mengaku datang dari masa depan. Terbaru, ada seorang pria yang mengklaim bekerja untuk Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) dan mengaku datang dari masa depan, tepatnya pada 2118.

Pria bernama Alexander Smith tersebut bahkan mengungkap, CIA telah menggajinya dengan jumlah yang besar untuk keperluan eksperimen teknologi terbaru.

Meski dianggap guyon, Smith berkelakar kalau CIA memberinya tugas untuk menciptakan sebuah mesin waktu yang dapat mengantar umat manusia menjelajah antarmasa.

2. Perjalanan ke Planet Mars Dimulai Tahun Depan?

Rencana Elon Musk memboyong manusia ke Mars memang sudah dipersiapkan sejak lama. Pria yang juga menjabat sebagai CEO SpaceX itu merencanakan akan membawa manusia ke Planet Mars itu pada 2024.

Terbaru, saat menjadi pembicara di ajang tahunan South by Southwest (SXSW), Musk sempat menyebut ada kemungkinan rencana terbang ke Mars dapat lebih cepat dilakukan. Ia mengungkap kemungkinan penerbangan ke Mars dapat dilakukan tahun depan.

Dikutip dari CNBC, Selasa (13/3/2018) Musk mengungkapkan informasi itu saat salah seorang pengunjung bertanya padanya. Kendati demikian, ia tak menampik rencana itu mengalami perubahan.

3. Menkominfo Bantah Ditekan Intelijen Tiongkok Bocorkan NIK dan KK

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, membantah tudingan yang menyebutkan dirinya dipaksa oleh intelijen Tiongkok untuk membocorkan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK). Ia menyebut tudingan itu sebagai fitnah.

Tudingan tersebut disampaikan pemilik akun Twitter @PartaiHulk. Pemilik akun itu mengatakan bahwa penyerahan data NIK dan KK merupakan syarat untuk kemenangan Jokowi dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) mendatang.

“Selamat pagi. Tweet @PartaiHulk ini mengandung fitnah yg sangat keji dan tidak berdasar. Yg disampaikan yang bersangkutan tidak benar dan dapat diduga sbg perbuatan yg dilarang UU ITE.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *